UIN KHAS Jember Benchmarking ke FTK Unisba, Perkuat Tata Kelola dan Kolaborasi Pendidikan Tinggi

METRO BANDUNG, bandungpos.id — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Bandung (Unisba) menerima kunjungan benchmarking dari Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua institusi untuk saling bertukar pengalaman, menggali praktik baik, sekaligus memperluas peluang kerja sama dalam pengembangan tata kelola pendidikan tinggi Islam.
Rombongan UIN KHAS Jember berjumlah 14 orang yang terdiri dari unsur pengelola program dan tenaga kependidikan. Rombongan dipimpin Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd. dan diterima oleh jajaran pimpinan serta pengelola FTK Unisba.
Sejumlah pimpinan FTK Unisba turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Dekan FTK Unisba Prof. Dr. Nan Rahminawati, M.Pd.; Wakil Dekan Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dr. Asep Dudi, S.Ag., M.Pd.; Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya, Umum dan Keuangan Dr. Erhamwilda, M.Pd.; Ketua Program Studi Magister Pendidikan Islam Dr. Dedih Surana, M.Ag.; serta Ketua Badan Penjaminan Mutu Fakultas (BPMF) Dr. Huriah Rahmah, M.Pd.
Pengelolaan Pascasarjana dan Penjaminan Mutu Jadi Bahasan
Agenda benchmarking berlangsung dalam suasana dialog dan pertukaran pengalaman. Berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi menjadi bahan pembahasan, terutama yang berkaitan dengan program pascasarjana, tata kelola akademik, penjaminan mutu, layanan pendidikan, serta sistem pendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum untuk bertukar informasi. Kedua pihak juga berupaya mengidentifikasi praktik-praktik baik yang dapat diadaptasi, dikembangkan, dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing institusi.
Dekan FTK Unisba menyambut positif kunjungan Program Pascasarjana UIN KHAS Jember. Selain menjadi ruang berbagi pengalaman, kegiatan ini dinilai dapat memperkuat jejaring sekaligus membuka kesempatan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi Islam.
Komitmen kedua institusi kemudian diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Agreement (IA).
Penandatanganan ini menjadi langkah nyata untuk memastikan hubungan yang dibangun tidak berhenti pada kegiatan benchmarking. Kedua institusi diarahkan untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Kerja sama tersebut berpeluang mencakup sejumlah bidang, antara lain penguatan akademik, pengembangan sumber daya manusia, penjaminan mutu, penelitian dan publikasi, serta berbagai kegiatan lain dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Dengan demikian, kunjungan UIN KHAS Jember ke FTK Unisba tidak hanya menghasilkan pertukaran wawasan, tetapi juga membuka ruang bagi kerja sama kelembagaan yang lebih konkret.
Usai melakukan kunjungan di FTK Unisba, rombongan Program Pascasarjana UIN KHAS Jember melanjutkan agenda benchmarking ke bagian PSITEK Unisba.
Kunjungan tersebut secara khusus diarahkan untuk memperoleh gambaran mengenai pengelolaan sistem informasi terintegrasi yang mendukung tata kelola, administrasi, dan layanan akademik di lingkungan Unisba.
Melalui agenda ini, rombongan dapat melihat bagaimana sistem informasi menjadi salah satu bagian pendukung dalam menciptakan layanan akademik dan administrasi yang terintegrasi.
Observatorium Al Biruni Jadi Bagian dari Rangkaian Kunjungan
Rangkaian benchmarking kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Observatorium Al Biruni Unisba.
Agenda tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan fasilitas akademik, pemanfaatan sarana keilmuan, serta penguatan ekosistem pendidikan dan riset di perguruan tinggi.
Kunjungan ke fasilitas tersebut juga memperlihatkan pentingnya dukungan sarana keilmuan dalam menunjang proses pendidikan dan pengembangan riset di lingkungan perguruan tinggi.
Kunjungan UIN KHAS Jember ke Unisba menunjukkan pentingnya kolaborasi dan pertukaran praktik baik dalam menghadapi tantangan pengelolaan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang berkualitas, tetapi juga harus mampu membangun tata kelola yang adaptif, layanan pendidikan yang terintegrasi, serta budaya mutu yang berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, benchmarking dapat menjadi sarana untuk saling belajar, mengevaluasi praktik yang telah berjalan, dan menemukan berbagai peluang inovasi yang sesuai dengan kebutuhan institusi.
Melalui kunjungan ini, FTK Unisba dan Program Pascasarjana UIN KHAS Jember diharapkan dapat terus mengembangkan hubungan kelembagaan yang produktif dan berkelanjutan.
Semangat benchmarking pada akhirnya bukan sekadar membandingkan sistem maupun tata kelola. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, mengembangkan inovasi, dan membangun sinergi demi menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang semakin unggul dan berkemajuan.
(ask)***





