Daerah

LPPM Unisba Dorong Pengelolaan Sampah Organik dan Pemanfaatan PLTS melalui PKM di Desa Buahdua Sumedang

37views

SUMEDANG, bandungpos.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Bandung (Unisba) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Jauhari, Desa Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (23/5). Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengelolaan Sampah Organik serta Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Lingkungan dan Masjid.”

Program ini menjadi salah satu upaya nyata Unisba dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan sekaligus pemanfaatan energi terbarukan yang berkelanjutan di kawasan pedesaan.

Tim PKM dipimpin oleh Dr. Yulia Asyiawati, Ir., M.Si. dan Prof. Dr. Hilwati Hindersah, Ir., MURP. dari Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Erwin Harahap, S.Si., M.Sc. dari Program Studi Matematika. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Komunitas Penggerak Masjid (KPM) basis Cinunuk Cileunyi, Kabupaten Bandung, sebagai bentuk kolaborasi dalam penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid dan lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Buahdua bersama jajaran pemerintah desa, Kepala Dusun Condong, Ketua RW 05, Ketua RT 02, pengurus RT dan RW, pengurus Yayasan Al-Jauhari, para ustadz Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Jauhari, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan tingginya dukungan masyarakat terhadap program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pengembangan energi ramah lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program PKM kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan desa. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan serta potensi energi surya sebagai sumber energi alternatif yang hemat biaya dan ramah lingkungan.

Kepala Desa Buahdua, Ahmad Husen, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program yang dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, edukasi mengenai lingkungan dan pemanfaatan teknologi tepat guna dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Ia berharap program yang digagas Unisba tersebut mampu memberikan dampak nyata sekaligus menjadi awal terjalinnya kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang lebih maju dan mandiri.

Wujudkan Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan

Yayasan Al-Jauhari sebagai mitra kegiatan menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program tersebut secara berkesinambungan. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi dan pelatihan, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat yang mandiri dalam mengelola lingkungan serta memanfaatkan energi bersih di wilayah pedesaan.

Pelatihan pengelolaan sampah organik diberikan oleh Budi Haryadi, S.P. selaku pengurus Yayasan Al-Jauhari. Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada teknik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi produk yang lebih bernilai guna. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan limbah organik juga berpotensi mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, materi mengenai pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk masjid disampaikan oleh Erwin Harahap. Peserta memperoleh penjelasan mengenai prinsip kerja sistem PLTS, manfaat penggunaan energi surya untuk sarana ibadah, hingga peluang penghematan biaya listrik melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Dengan pendekatan yang sederhana dan aplikatif, materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta dari berbagai kalangan.

Program PKM Berdampak yang diselenggarakan LPPM Unisba ini memberikan manfaat positif bagi masyarakat. Selain meningkatkan wawasan mengenai pengelolaan lingkungan, kegiatan tersebut juga mengubah perspektif masyarakat terhadap sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah semata.

Melalui edukasi yang diberikan, masyarakat memahami bahwa sampah organik dapat diolah menjadi pupuk yang memiliki nilai tambah dan manfaat ekonomi. Di sisi lain, penggunaan lampu tenaga surya dinilai mampu membantu penerangan lingkungan masjid tanpa menambah beban anggaran desa sehingga menjadi solusi yang efisien dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong terwujudnya konsep green village atau desa hijau di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Jauhari maupun Desa Buahdua secara keseluruhan. Pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan energi baru terbarukan menjadi langkah awal menuju pembangunan desa yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ke depan, program tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan model pembangunan berbasis lingkungan, energi bersih, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan PKM ini, LPPM Unisba kembali menegaskan peran perguruan tinggi sebagai bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai tantangan masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, yayasan, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan perubahan yang nyata, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.(ask)***

Leave a Response