Daerah

Festival Peduli Autisme 2026 di Depok: Edukasi, Empati, dan Semangat Inklusi Menguat di Ruang Publik

52views

DEPOK, bandungpos.id— Suasana berbeda terasa di Main Atrium Pesona Square, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (4 April 2026). Di tengah padatnya aktivitas pengunjung pusat perbelanjaan, sebuah acara edukatif bernuansa empati berhasil mencuri perhatian masyarakat. Komunitas Peduli ASD sukses menggelar puncak Festival Peduli Autisme 2026 dengan mengusung tema “Bangga Membersamai Autistik” dalam rangka memperingati World Autism Awareness Day.

Acara yang dipandu oleh Walrimpi, S.Pd., dan Bintang Fadhillah, S.Pd. ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Melalui kampanye #BelajarAutismeSeharian, masyarakat diajak memahami autisme secara komprehensif, mulai dari perspektif medis, pendidikan inklusif, komunikasi, hingga kajian ilmiah.

Membuka Wawasan: Autisme dari Perspektif Medis dan Advokasi

Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB melalui sesi Fireside Chat bertajuk “Ruang Cerita & Realita Autisme” yang dipandu oleh Dr. Isti Anindya, S.Si., M.Sc. Sesi ini menghadirkan dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K) serta Dante Rigmalia.

Diskusi tersebut memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan neurologis yang dihadapi individu autistik. Selain itu, dibahas pula pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di Indonesia dari sisi kebijakan dan advokasi.

Memasuki sesi berikutnya, talk show interaktif mengangkat tema “Pendidikan Inklusif Vs Komunikasi Inklusif”. Diskusi ini dipandu oleh Tetty Ekasari, A.Md.TW., M.Pd., MCE dari Politeknik Al Islam Bandung.

Pembahasan menyoroti pentingnya adaptasi sistem pendidikan dan pola komunikasi masyarakat agar lebih ramah terhadap individu autistik. Wahid Suryono, S.Pi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, menyampaikan komitmen pemerintah dalam memperluas akses sekolah inklusi.

Sementara itu, M. Taufiqurrahman, SS., MM dari Sekolah Tunas Global membagikan pengalaman praktis dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan suportif bagi anak-anak dengan spektrum autisme.

Pendekatan Sains untuk Meluruskan Mitos Autisme

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, sesi Science Talk bertema “Autisme & Sains” kembali dipandu oleh Dr. Isti Anindya. Narasumber Dr. Riza Arief Putranto, DEA, menjelaskan autisme dari sudut pandang biologi molekuler.

Sebagai seorang ilmuwan dan komunikator sains, ia berhasil mengoreksi berbagai mitos yang beredar di masyarakat dengan menyajikan fakta ilmiah berbasis genetika yang mudah dipahami oleh publik.

Kesuksesan Festival Peduli Autisme 2026 merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Politeknik Al Islam Bandung turut berperan aktif dengan menghadirkan booth konsultasi di lokasi acara.

Melalui booth tersebut, pengunjung dapat berkonsultasi langsung terkait terapi wicara sekaligus memperoleh informasi mengenai program studi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun ajaran 2026/2027.

Acara ini juga didukung oleh Klinik Utama Anak Pintar Indonesia, Sekolah Tunas Global, Jannah Squad, serta sponsor seperti Pertamina Patra Niaga, Pesona Square, elzatta, Scarlett, dan Rumah Sakit YARSI.

Melalui festival edukatif yang digelar di ruang publik ini, komunitas Peduli ASD berharap masyarakat semakin memahami autisme dan mampu mengurangi stigma terhadap individu autistik.

Tema “Bangga Membersamai Autistik” menjadi wujud nyata ajakan untuk terus belajar, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan yang inklusif dan penuh empati bagi semua.(sani/png)***

Leave a Response