
KAB. BANDUNG, Bandungpos Id.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H/2026 M, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandung berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan makna spiritual yang mendalam. Kegiatan ibadah ini diadakan di Lapangan Upacara Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung, Sabtu (21/3/2026), dan diikuti oleh seluruh warga binaan maupun petugas yang hadir untuk merayakan hari raya dalam suasana yang damai dan harmonis.

Pada kesempatan tersebut, Dr. H. Atus Ludin Mubarok, M.Sy., dipercaya memegang peran ganda sebagai imam shalat sekaligus penyampai khutbah Idul Fitri. Beliau menyampaikan berbagai nasihat dan pesan moral yang menjadi pedoman berharga bagi seluruh jamaah, sehingga tercipta suasana ibadah yang tertib, khidmat, dan penuh keberkahan.
Dalam khutbahnya, beliau menekankan pentingnya kembali kepada fitrah sebagai manusia yang suci dan mulia. Momentum Idul Fitri disampaikan sebagai titik balik yang ideal untuk melakukan perbaikan diri secara menyeluruh, serta menanamkan nilai-nilai ketakwaan kepada Allah SWT sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Pesan-pesan tersebut khususnya ditujukan bagi para warga binaan, agar mereka mampu membangun kehidupan yang lebih baik, penuh kesadaran diri, dan tanggung jawab di masa mendatang. Sebelumnya, bulan suci Ramadhan juga telah dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi mendalam, guna mencatat kesalahan masa lalu dan mempersiapkan diri untuk perubahan yang positif dan berkelanjutan.
Beliau juga menjelaskan tiga cara utama untuk memperoleh rahmat Allah SWT. Cara pertama adalah melalui usaha pribadi dengan melakukan ibadah seperti shalat taubat, zikir, dan berbagai amal amal lainnya. Cara kedua adalah mendapatkan permohonan maaf dari malaikat, yang dikhususkan bagi ahli zikir, ulama, serta gelar ilmu yang senantiasa menuntut dan mengamalkan ilmu dengan sungguh-sungguh.
Cara ketiga untuk mendapatkan ampunan langsung dari Allah SWT adalah dengan melaksanakan puasa Ramadhan dengan penuh kesungguhan dan menghadiri pelaksanaan Shalat Idul Fitri secara berjamaah. Usai rangkaian ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan remisi bagi warga binaan, yang menjadi simbol harapan baru dan kesempatan emas untuk memulai lembaran kehidupan yang lebih baik ke depan. (tanya / ID) ***




