Bandung Raya

Ratusan Jamaah Padati Masjid Al Akbar, Khutbah: Jadi Hamba Pemilik Ramadhan

194views

KAB. BANDUNG, Bandungpos.Id  – Ratusan jamaah memadati Masjid Al Akbar, Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/3/26), untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 H yang berlangsung khidmat dan tertib.

Sejak pagi hari, gema takbir menggema luas di kawasan masjid, menciptakan suasana religius penuh makna sebagai penutup rangkaian ibadah bulan suci Ramadhan yang telah dilalui dengan penuh kesungguhan.

Bertindak sebagai imam dan khatib pada kesempatan tersebut adalah Ustadz Saryoto Ahmad, Ketua MUI Desa Mekarsaluyu sekaligus anggota Dai Kamtibmas Polresta Bandung. Ia menyampaikan khutbah yang tegas dan menggugah kesadaran dengan mengangkat tema utama: “Jangan menghamba kepada Ramadhan (Ramadhanniyun), tetapi menghambalah kepada Pemilik Ramadhan (Rabanniyun)”.

Tema tersebut disampaikan sebagai respon terhadap fenomena yang sering terjadi setiap tahun, yakni menurunnya kualitas ibadah umat Islam pasca-Ramadhan. Semangat beribadah yang meningkat drastis selama bulan suci seringkali kembali menurun secara signifikan setelah masa itu berakhir.

Menurut Ustadz Saryoto, Ramadhan bukanlah tujuan akhir dari aktivitas beribadah, melainkan sarana pembentukan karakter spiritual yang kokoh dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan menjalankan ibadah Ramadhan tidak terletak pada semaraknya kegiatan selama satu bulan, melainkan pada konsistensi mengamalkan nilai-nilai kebaikan tersebut di bulan-bulan lainnya.

Selain menonjolkan aspek ibadah pribadi, khutbah juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan sosial sesama manusia. Idul Fitri dijadikan momentum nyata untuk mempererat persaudaraan, menyelesaikan konflik, saling memaafkan, serta menumbuhkan kepedulian di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks.

Di akhir kegiatan, jamaah diharapkan tidak hanya kembali ke fitrah secara simbolik, namun juga mampu menjaga keutuhan keimanan dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Kualitas seorang muslim sejati, sebagaimana pesan yang disampaikan, justru diuji setelah Ramadhan usai, bukan saat berada di dalamnya. ( tanya/id )***

Leave a Response