
Oleh: Ridhazia
KOMIKA Pandji Pragiwaksono viral di Tanah Sunda usai menyinggung kecenderungan penduduk Tanah Sunda memilih pemimpin berdasarkan popularitas.
Hal itu dikemukakan dalam pertunjukan Mens Rea yang dirilis di Neflix sejak Desember 2025.
Ada Benarnya
Urang Sunda juga tahu pernyataan Pandji itu ada benarnya. Tapi tidak hanya terjadi di Jawa Barat saja. Sudah berlaku secara nasional. Bahkan menjadi kecenderungan global.
Popularitas dalam politik hanyalah permulaan. Tahapan awal pengenalan saja. Sebatas menambah ketenaran nama tokoh politik itu di ruang publik yang terbuka.
Dan, urang Sunda juga mengerti bahwa sekaliber populer tokoh politik tidak otomatis menjadi magnet yang bisa menarik dukungan suara untuk partai atau koalisi politik.
Nah. Dari sini saja, pernyataan Pandji yang semula mengatakan bahwa urang Sunda memilih pemimpin karena popularitas menjadi tidak relevan. Ia mulai mengumbar kritik yang tak beralasan alias mengarang bebas untuk mendeskreditkan.
Sebab popularitas pada gilirannya tidak menjamin kemenangan sebelum diubah menjadi elektabilitas — dari kata elect yang berarti kemampuan untuk dipilih — melalu kontestasi pemilihan.
Mulai Jenuh
Apalagi urang Sunda sudah pun mulai jenuh pada politisi yang hanya menjual citra.
Tuntutan urang Sunda saat ini keaslian (authenticity) dan kemampuan pemimpin daerah yang bisa menyelesaikan masalah (problem-solving).
Bukan lagi personal branding yang polesan tapi personal branding yang memiliki reputasi diri baik.
Siapa sih Pandji?
Pandji itu berdarah Jawa (Kebumen) dan Sumatra (Pagar Alam) yang lahir di Singapura. Dibesarkan di Jakarta. Kuliah di ITB Bandung.
Namanya populer karena kerap tampil pertunjukan komika di media televisi yang selalu mengangkat isu sosial, politik, dan budaya populer.
Dengan menggunakan gaya khasnya, pria dengan kepala pelontos ini selalu tampil memadukan observasi, kritik sosial, serta storytelling personal.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

