
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Dinamika kehumasan menjadi topik utama seminar yang diselenggarakan National Paralympik Commiitte Indonesia (NPCI) Jawa Barat. Seminar Kehumasan dengan tema sentral “Peran dan Fungsi Humas Dalam Organisasi” digelar di Hotel Tebu Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Kamis (27/11/2025).
Dua pemateri utama hadir pada seminar yang merupakan kinerja dari bidang Humas NPCI Jabar, masing-masing Dr. Ira Mirawati dari Universitas Padjadjaran Bandung dengan topik bahasan “Peran Media Bagi Perkembangan Organisasi” .
Pemateri berikutnya adalah Fuziah Ismi Desiana. SI.Kom, M.Hum, Ketua Tim Strategi Komunikasi dan Pengelolaan Konten dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jabar yang membahas tentang Peran dan Fungsi Humas di Organisasi. Kegiatan ini diikuti 27 pengcab NPCI kota/kabupaten se Jabar dengan masing-masing pengcab diwakili 2 perwakilan.
Kepada pewarta, Dr. Ira mengatakan, seminar kehumasan ini lebih menitikberatkan tentang bagaimana memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan tentang apa itu NPCI. Kemudian bagaimana tentang pemberdayaan yang telah dilakukannya.
“Termasuk apa yang sudah dicapai dan prestasi apa yang sudah diraih serta langkah kedepannya seperti apa yang akan dilakukan. Ini hal-hal yang penting yang selama ini mungkin saja orang tidak tahu bagaimana sih olahraga disabilitas itu,” ujar Ira.
Oleh karena itu – lanjut Ira, media sosialah yang menjadi salah satu fasilitas yang harus dimanfaatkan, selain media mainstream.
“Orang-orang mengakses media sosial dalam sehari bisa 3 sampai 5 jam sehingga akan sangat kuat membuat orang-orang terpengaruh. Jika media sosial digabung dengan media mainstream maka yang terjadi adalah akan semakin besar awareness (kesadaran) masyarakat mengenai NPCI,” papar Ira.
Ira mengatakan seumpama organisasi memiliki medsos, maka kesan pertama adalah organisasi itu mampu eksis. Sekaligus menunjukan bahwa mereka memiliki berbagai kegatan yang riil kemudian akan terlihat profesional karena akan menunjukkan aktifitas mereka yang sesunggguhnya.
“Itu jelas menunjukkan akuntabilitas yang tinggi karena mereka menunjukkan apa yang telah mereka lakukan selama ini,” jelas Ira.
Ditempat yang sama Ketua 1 Bidang Organisasi NPCI Jabar Komara mengatakan, seminar kehumasan merupakan agenda pamungkas di tahun 2025 dan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi kelembagaan dimana saat itu muncul aspirasi tentang kehumasan.
“Mereka ingin tahu, bagaimana dan mau dibawa kemana NPCI ini. Nah justru disinilah peran media yang sangat urgen. Sebab itulah hari ini (Kamis 27 November) digelar seminar kehumasan yang bertujuan untuk mempublikasikan, inilah NPCI yang sudah diakui eksistensinya,” ungkap Komara.
Komara berpendapat seminar kehumasan adalah ilmu yang luar biasa manfaatnya bagi semua pengcab NPCI kota dan kabupaten di Jabar. Dari 27 pengcab yang hadir di seminar kehumasan, beberapa event penting seperti Peparnas dan Peparpenas, luput dipublikasikan.
“Ini karena peran humasnya belum bersinergi dengan orang-orang dilapangan. Dengan seminar kehumasan ini mudah-mudahan event kedepannya bisa dipublikasikan. Dengan demikian terlihat peran serta kehumasan kaitannya dengan publikasi,” tutur Komara.
Sementara itu kepala bidang (Kabid) Humas NPCI Jabar Adik Fachroji menilai seminar kehumasan adalah ilmu yang sangat bermanfaat, khususnya untuk NPCI Jabar. Pasca seminar, Adik berjanji akan lebih mengembangkan lagi ihwal peran humas dan media kedepannya.
“Gerak humas NPCI Jabar diupayakan akan maksimal. Jangan sampai kita kalah dengan humas kota ataupun kabupaten. NPCI Jabar sebetulnya sudah memilik website. Tapi tadi ada usulan dari Kabupaten Bekasi agar website NPCI Jabar bisa connect dengan NPCI kota/kabupaten. Insya Alah akan kami realisasikan sekaligus akan meminta advis dari para pemateri untuk mengembangkan kehumasan di NPCI Jabar,” papar Adik.
Publikasi kegiatan – ujar Adik, akan menjadi program prioritas NPCI Jabar agar peran kehumasan lebih maksimal. Adik mengakui kehumasan di NPCI Jabar agak kurang berjalan karena tidak memiliki tupoksi yang jelas – terutama terkendala masalah informasi teknologi (IT).
“Dengan adanya seminar kehumasan ini semoga kedepannya pengcab kota/kabupaten bisa lebih proaktif untuk bisa mengoptimalkan peran media sosial. Pasca Peparda, insya allah semuanya akan running,” ujar Adik. (den)





