Bandung Raya

FK Unisba Dorong Santri Pesantren Baitur Rohman Pacet Hidup Lebih Sehat Lewat Program PKM

192views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Upaya meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terus digencarkan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba). Melalui program hibah internal dosen UPPM-FK Unisba periode 2024–2025, tim ini melaksanakan kegiatan edukatif di Pondok Pesantren Baitur Rohman, Kampung Cisaat, Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Program berlangsung sejak Juni hingga Oktober 2025.

Kegiatan ini dipimpin oleh dr. Julia Hartati, M.Kes, bersama anggota tim dr. Deis Hikmawati, SpDV, M.Kes, dr. Ismawati, M.Kes, serta lima mahasiswa FK Unisba. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan pemahaman santri terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Dari hasil survei dan dialog awal, terungkap bahwa banyak santri belum memahami pentingnya PHBS, sehingga kasus penyakit kulit cukup tinggi di lingkungan pesantren. Dengan jumlah santri mencapai 75 orang dan fasilitas kamar mandi yang hanya dua unit untuk digunakan bersama, ditambah keterbatasan akses air bersih yang dialirkan sejauh satu kilometer menggunakan pipa bambu, persoalan kesehatan menjadi perhatian serius.

Menjawab tantangan tersebut, tim PKM FK Unisba menyusun dua tahap kegiatan. Tahap pertama dilakukan pada 24 Juni 2025, berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat bagi santri yang mengalami keluhan. Tahap kedua berfokus pada edukasi dan pelatihan PHBS bagi santri dan orang tua mereka, lengkap dengan sesi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan.

Penyuluhan berlangsung interaktif melalui paparan materi, demonstrasi penggunaan obat, pemutaran video, dan praktik langsung yang melibatkan peserta secara aktif.

Dari 73 santri yang diperiksa, ditemukan 28 orang (38%) mengalami penyakit kulit dan 9 orang (12%) di antaranya terduga skabies. Setelah mengikuti edukasi, tingkat pemahaman peserta melonjak tajam — dari 46% sebelum kegiatan menjadi 100% setelah kegiatan.

Hasil ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan berperan penting dalam membentuk pola hidup bersih di lingkungan pesantren. Tak hanya menyasar santri, kegiatan ini juga melibatkan para orang tua agar kebiasaan sehat dapat berlanjut di rumah maupun di lingkungan pondok.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen FK Unisba dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui langkah kecil yang berdampak besar bagi kehidupan para santri di pedesaan.(sani/bnn)

Leave a Response