
KBB. BANDUNGPOS ID.
Kisah inspiratif datang dari seorang pria Engkus berusia 50 tahun asal Tasikmalaya yang kini tinggal di Kampung Sinarmukti RT 03/03, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Demi masa depan anaknya, ia rela meninggalkan kampung halaman dan mengontrak rumah petak sederhana sambil berjualan kerupuk di wilayah Bandung.
Setiap hari, pria yang dikenal warga sebagai sosok pekerja keras itu memulai aktivitas sejak subuh. Dengan sepeda motornya yang sudah dimodifikasi membawa puluhan bungkus kerupuk, ia berkeliling dari satu warung ke warung lain untuk menitipkan dagangannya. “Saya jualan kerupuk titip ke warung-warung kecil, nanti diambil lagi seminggu sekali,” ujarnya saat ditemui di rumah kontraknya di Kampung Sinarmukti.
Usaha kecil itu digelutinya sejak beberapa tahun lalu. Meski penghasilannya tidak menentu, ia tetap bersyukur karena dari hasil berjualan kerupuk itulah ia bisa membiayai kebutuhan keluarga dan pendidikan anaknya yang kini duduk di bangku sekolah menengah.
“Saya ingin anak bisa terus sekolah, biar nasibnya nggak kayak saya. Sekolah itu penting,” tuturnya dengan nada penuh harap. Ucapan sederhana itu menggambarkan tekad besar seorang ayah yang berjuang demi masa depan anak di tengah keterbatasan ekonomi.
Untuk meringankan beban biaya, ia memilih mengontrak rumah petak di daerah Batujajar agar dekat dengan sekolah anaknya. Sebagian besar hasil penjualan kerupuk ia sisihkan untuk membayar kontrakan, biaya sekolah, serta kebutuhan sehari-hari keluarga kecilnya.
Warga sekitar mengaku kagum dengan kegigihannya. “Pak itu rajin sekali. Hujan-hujan pun tetap berangkat jualan, katanya demi anaknya yang sekolah,” ujar Mamah Fahmi, salah satu warga Kampung Sinarmukti.
Meski hidup sederhana, pria asal Tasikmalaya tidak pernah mengeluh. Ia selalu menanamkan nilai kerja keras dan kejujuran kepada anaknya agar kelak bisa menjadi pribadi yang mandiri dan berguna bagi orang lain.
Kisah perjuangan tukang kerupuk di Kampung Sinarmukti ini menjadi cerminan cinta orang tua yang tulus — berkorban tanpa pamrih demi pendidikan anak. Di balik umurnya, tersimpan semangat besar untuk terus bertahan dan berharap di masa depan yang lebih baik.
Ditulis Oleh: H. Iding Mashudi
Tanggal: 5 November 2025





