
GARUT, BANDUNGPOS–Pesta pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang digelar tiga hari berturut-turut (16-18 Juli 2025 ) menjadi sorotan lantaran menelan korban jiwa. Pernikahan antara anak Dedi Mulyadi yang bernama Maula Akbar dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, itu memiliki panggung hiburan rakyat digelar di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Garut.
Namun dalam acara di Pendopo Garut dan depan Masjid Agung Garut selepas Solat Jumatan ( 13.00 WIB; red) tersebut, terjadi insiden desak-desakan hendak masuk pendopo hingga tiga orang meninggal dunia.
Demul minta maaf
Tewasny tiga orang (satu anak-anak 8 tahun kelas 4 SD, seorang wanita ibu hamil dan seorang anggota Polisi) di tengah pesta nikah Anak, gubernur Jabar itu . Namun demikian Demul berjanji beri santunan Rp150 Juta kepada setiap kurban tewas. Berikut fakta-fakta tiga orang tewas dalam pernikahan anak Dedi Mulyadi.
Tiga orang tewas kurang lebih dalam pernikahan anak Dedi Mulyadi diduga imbas berebut masuk ke Pendopo Garut. Mereka tidak tertib dan berdesak-desakan saat masuk pendopo yang menyediakan makanan gratis.
“Tiga orang dilaporkan tewas. Peristiwaanya terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, warga selepas salat Jumat berdesakan masuk ke pendopo Garut,” kata Siti Komariah (Sitkom) salah satu saksi mata.
Sitkom menuturkan pesta panggung hiburan digelar di area Pendopo Garut, paska salat Jumat di alun-alun depan masjd. Namun massa disebut telah memenuhi lokasi pesta sejak pagi.
Korban seorang anak, ibu-ibu sampai polisi,
Sitkom mengatakan salah satu korban tewas adalah seorang anak perempuan berusia 8 tahun. Anak perempuan tersebut diduga meninggal dunia karena terjebak kerumunan massa.
“Kalau melihat korban meninggal anak kecil, kemungkinan besar terjebak kerumunan,” kata Sitkom.
Selain anak perempuan, korban lain diduga adalah seorang lanjut usia dan seorang anggota polisi. Polda Jabar mengkonfirmasi bahwa satu korban tewas adalah anggotanya.
Anak Dedi Mulyadi, Maula Akbar (kanan) dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina(kiri). (Tangkapan layar instagram @putri.karlina14)
“Polda Jabar membenarkan informasi adanya tiga orang yang meninggal dalam kegiatan resepsi yang ada di Garut,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan.
“Jadi anggota kami itu telah gugur atas nama Cecep anggota bhabinkamtibmas Polsek di Polres Garut.”
Hendra mengatakan petugas polisi tersebut sempat membantu mengatur orang-orang yang mengalami pingsan saat berdesakan masuk ke acara tersebut. Namun setelah membantu warga yang berdesakan dan acara berjalan lancar, sang polisi kemudian istirahat duduk.
“Saat itu yang bersangkutan pingsan kemudian meninggal dunia. Dipastikan di lokasi dan dibawa oleh ambulans ke rumah sakit,” katanya.
Anak 8 Tahun Dilaporkan Jadi Korban Tewas Pesta Nikah Anak Demul Kurang oksigen
Selain korban tewas, banyak warga harus mendapat perawatan medis karena kekurangan oksigen. Mereka dirawat di RS Garut.
“Ada juga lansia karena memang antusias masyarakat untuk datang ke lokasi pernikahan anak Gubernur Jawa Barat dan Wakil Bupati Garut. Dari pagi warga sudah berbondong-bondong dan intensitas warga semakin banyak,” kata Sitkom.
Data orang pingsan di rumah sakit RSUD :
1. Sdr. Nenih – Sukatani Cisurupan
2. Iyah – 49th – Panunggaran Sukabakti
3. Iis Ismayati – 48th – Kemuning Pramuka Pakuwon
4. Siti Hasanah – 65th – Bojong Salam
5. Tasya Aulia – 16th – Cipanas Tarogong Kaler Garut
6. Onyas – 45th – Cijungkung Siliwangi
7. Safira – 14th – Ciwalen Garut Kota
8. Sipa Fauziah – 17th – Cilawu Genteng
9. Yati Haryati – 56th – Gunung Puntang
10. Mimi – 56th – Sukapadang Tarogong Kidul
11. Aris Krisdina – 48th – Bojongloa Kaler Bandung
12. Iyan – 33th- Pataruman Tarogong Kidul
13. Zahra Novania- 14th – Bayongbong
14. Sutisna – 66th – Bandung
Data orang yang meninggal Dunia:
1. Vania – Sindangheula Kel. Pakuwon Kec Garut Kota Garut
2. Dewi Jubaedah – Jl. Lontar II Koja
3. BRIPKA Cecep Syaeful Bahri S.H ( Anggota Polsek Karangpawitan Polres Garut ) Rumah Sakit Guntur Garut **. ( Adem/BNN_





