Olahraga

Kejuaraan Terbuka Angkat Berat Equipment & Classic, Upaya Mencari Bibit Atlet Handal

547views

 

Bandung, BANDUNGPOS- Lebih dari 100 peserta tampil di Kejuaraan Terbuka Angkat Berat Equipment & Classic Tahun 2025 yang digelar Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonessia  (PABERSI) Jawa Barat.

Kejuaraan yang dilaksanakan mulai 27 hingga 31 Mei tersebut dilaksanakan di Hall PABERSI Jabar, Komplek GOR Pajajaran Bandung,

Ketua Umum KONI Jabar  HM. Budiana yang hadir langsung sekaligus mengalungkan medali kepada para juara, menyambut baik kejuaraan ini.

“Kami – KONI Jabar, sangat senang  bisa hadir di kejuaraan ini karena PABERSI Jabar dibawah komando Pak Gito (Sugito, Ketum PABERSI Jabar) komitmennya sangat kuat sekali dalam mempertahankan supremasi juara umum digelaran PON,” ujar Budiana sesaat setelah pengalungan medali, Kamis (29/5/2025).

Budiana menilai, untuk PON 2028 di NTB/NTT, PABERSI Jabar nampak masih dalam performa terbaiknya. Dan ini merupakan contoh yang baik atau roll model terhadap pembinaan cabor yang dilakukan oleh ketua dan unsur cabornya serta didukung atlet dan pelatihnya.

“Jadi sekali lagi, ini adalah roll model tentang bagaimana mengelola cabor itu sehingga dengan demikian atletnya unggul. Hal ini pada akhirnya tentu membanggakan daerah,” kata Budiana.

Disinggung ihwal peak performance atlet angkat berat Jabar di PON mendatang, Budiana mengatakan prestasinya mungkin bisa lebih daripada PON tahun lalu.

“Niat baik dari ketua dan pengurus, pelatih serta atlet-atletnya, secara pribadi saya merasakan betul. Seolah ada ikatan emosional antara saya selaku ketua KONI Jabar dengan keluarga besar PABERSI Jabar. Saya optimis prestasi angkat berat Jabar akan terus berkelanjutan di beberapa multi event, khususnya PON,” ungkap Budiana.

Ditempat yang sama Ketua Umum Pengprov PABERSI Jabar Sugito mengatakan, lewat kejuaraan ini sudah nampak bibit muda potensial di cabor angkat berat Jabar.

“Saya merasa bangga atlet yang tampil di kejuaraan ini rata-rata lapisan kedua. Hasil dari PORPROV tahun depan belum otomatis bisa tampil di PON 2028, sebab kita akan adakan lagi seleksi untuk mencari atlet yang benar-benar mumpuni untuk tampil di PON 2028,” ujar Sugito.

Jelang PON NTB/NTT, Sugito selaku perwakilan dari PB PABERSI akan di undang Gubernur NTB/NTT guna membicarakan faktor teknis penyelenggaraan cabor angkat berat di PON 2028.

“Sewaktu PON 2024 di Aceh dipertandingan 15 nomor dan Jabar bisa menyabet 9 medali emas. Sebetulnya kami mampu meraih lebih dari 9 emas, tapi istilahnya kami tak mau terlalu mendominasi, toh dengan 9 medali emas pun kami sudah menjadi juara umum,” ujar Sugito.

Sugito menegaskan, tujuan dari Kejurbar angkat berat kali ini salah  satunya adalah untuk penjaringan atlet dari luar.

“Tapi saya rasa atlet dari luarpun agak enggan tampil di Kejurbar ini, karena apa ? Karena disini “singa-singa” semua,” tutur Sugito diiringi tawa sarat makna.

Selanjutnya Sugito mengurai ihwal eksistensi. Menurutnya, selama dirinya “nongkrong” di Pengprov PABERSI Jabar, gelar juara umum – khususnya digelaran PON, harus tetap milik Jabar.

“Kalau kemudian ada rasa pesimis apalagi tak jadi juara umum, lebih baik saya tidak berangkat (ke PON). Karena intinya saya ingin membanggakan Jabar serta memberi kontribusi perolehan medali. Saat ini saya menilai provinsi Riau bakal menjadi rival serius Jabar. Waktu di PON  Aceh saya kaget sebab mereka bisa mengalahkan atlet handal angkat berat Jabar, M. Yusuf,” ujar Sugito.

Sementara itu ketua pelaksana  Kejuaraan Terbuka Angkat Berat Equipment & Classic Tahun 2025 Usdi Permana mengatakan, apresiasi Ketua Umum KONI Jabar Budiana terhadap cabor angkat berat sungguh luar biasa. Hal ini – menurut Usdi, menjadi cikal bakal lahirnya prestasi yang luar biasa.

“Setiap tahun, dua atau tiga kali kami menggelar kejuaraan seperti ini. Untuk penyelenggaraan selanjutnya kami mendukung Kabupaten Bandung menggelar kejuaraan serupa pada September mendatang. Kemudian pada Oktober 2025 akan digelar Babak Kualifikasi (BK) PORPROV. Selain Kabupaten Bandung ternyata Kabupaten Tasikmalaya pun sangat berminat menggelar  Kejuaraan Terbuka Angkat Berat Equipment & Classic,” tutur Usdi.

Lewat kejuaraan ini pihaknya berupaya menjaring atlet lapis kedua. Misalnya untuk saat ini PABERSI Jabar memiliki dua atlet putri handal atas nama Fitria Martiningsih dan Aneu Veronika yang sukses menyabet 3 kali medali emas PON.

“Sekarang ini mereka sudah menikah. Ditengah perjalanan bisa saja karir mereka terhenti karena akan mendapat predikat sebagai seorang  ibu. Nah atlet pelapis kedua inilah yang tampil di kejuaraan kali ini pada saatnya nanti akan tampil mengantikan para seniornya. Untuk hal ini PABERSI Jabar tidak khawatir soal regenerasi atlet angkat berat,” ujar Usdi.

Usdi berharap kejuaraan seperti ini bisa digelar sesering mungkin agar publik tahu bahwa cabor angkat berat itu ada.

“Seandainya  Kejuaraan Terbuka Angkat Berat Equipment & Classic digelar diluar kota Bandung, kami dari Pengprov Jabar bisa membantu dari sisi peralatan. Diluar peralatan, semuanya diatasi panitia setempat,” ujar Usdi. (den)

 

 

 

Leave a Response