Kabupaten/Kota

UPT Perpustakaan UWKS Menggelar Seminar Literasi Nasional dan Launching Buku Kredo Kewijakusumaan

63views

 

SURABAYA, Bandungpos–Pada Rabu 29 Juli 2026, UPT Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Menggelar Seminar Literasi Nasional dan Launching Buku Kredo Kewijayakusumaan : Membangun Karakter Unggul di Era Transformasi Digital. Bertempat di Lantai Depalan Twin Tower Ruang Poncowaliko UWKS.

Seninar Literasi Nasional tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan, mulai dari para siswa, mahasiswa, dosen, guru, pegiat literasi, dinas perpustakaan provinsi, dinas perpustakaan kabupaten dan kota, FPPTI Jawa Timur, Pengurus Pusat GPMB, dan IPI Jawa Timur.

Dr. Ir. Endang Retno Wedowati, MT. Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) menyampaikan bawasanya budaya literasi menjadi salah satu strategi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu menghadapi perkembangan zaman. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus membangun karakter generasi muda, Imbuhnya.

Kepala UPT Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang juga sebagai dosen Ilmu Perpustakaan Bambang Prakoso, dalam sambutanya menyampaikan UWKS sebagai kampus budaya bukan hanya merawat ornament tapi juga merawat, mengkaji warisan tata nilai luhur.

Narasumber pertama, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum., Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, menekankan pentingnya Linguistik forensik menganalisis perang bahasa di media sosial melalui investigasi bukti digital, identifikasi pola ujaran, dan penentuan makna hukum. Unsur utamanya mencakup analisis makna leksikal, struktur kalimat, dan gaya bahasa penutur.

Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, narasumber ke Dua. Menyoroti tentang budaya baca di Indonesia khususnya Jawa Timur. peranan akademisi, praktisi, mahasiswa, pustakawan, guru, pegiat literasi, serta masyarakat umum untuk memperoleh wawasan, bertukar gagasan, dan membangun jejaring kolaborasi dalam mengembangkan budaya literasi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Narasumber ke Tiga, Dr. Mustakim, S.S., M.Si., Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengemukakan. Nilai-nilai luhur diharapkan mampu menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri, integritas, serta tanggung jawab sebagai warga negara yang berkarakter.

Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, sebagai narasumber terakhir menyampaikan, generasi muda harus kritis dan bijak dalam menggunakan teknologi. Teknologi bisa membatu kita produktif, menambah pengetahuan, meningkatkan daya saing tapi juga bisa sebaliknya. Teknologi sebagai alat bantu bukan tujuan. Pungkasnya. ( RM/BNN)

Leave a Response