Metro Bandung

TPA Dibatasi, Pasar Induk Caringin Terapkan Pengelolaan Sampah Mandiri

TPA Dibatasi, Pasar Induk Caringin Terapkan Pengelolaan Sampah Mandiri

272views

KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS– Pembatasan kuota pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sejak 12 Januari 2026 mendorong pengelola Pasar Induk Caringin melakukan inovasi pengelolaan sampah secara mandiri. Langkah ini diambil di tengah pembukaan TPA Legok Nangka.

Kepala Bidang Pusat Pedagang Pasar Caringin (BP3C), Aep Syarief Hidayat, mengatakan meskipun tidak bisa terus bergantung pada TPA. Kondisi tersebut memaksa pengelola pasar terbesar di Kota Bandung mencari solusi dari sumbernya.

“Kami tidak bisa menunggu di tengah pembukaan TPA Legok Nangka dan mengikat TPA Sarimukti. Oleh karena itu, kami melakukan inovasi pengelolaan sampah sendiri,” kata Aep.
Ia berharap pemerintah segera membuka TPA Legok Nangka. Sebab, hingga kini masih banyak warga sekitar yang membuang sampah ke kawasan Pasar Induk Caringin dan menambah beban pengelolaan.
Di tengah keterbatasan TPA, penerapan kebijakan zero waste melalui mesin pengolahan sampah menjadi langkah strategis yang terukur. Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Dr Ir Iman Nana, menyebut sekitar 70 persen limbah pasar merupakan limbah organik, terutama sayuran.
“Yang jadi persoalan utama adalah limbah sayuran karena cepat membusuk. Kalau plastik sudah diambil pemulung,” ujar Prof Iman.
Menurutnya, limbah sayuran masih memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk pakan ternak. Limbah diolah melalui pengepresan untuk menurunkan kadar air, pencacahan, hingga fermentasi dengan bakteri baik selama 21 hari.
“Hasilnya menjadi pakan yang awet dan bernutrisi. Ini benar-benar zero waste,” jelasnya.
Potensi limbah pasar mencapai puluhan ton per hari. Dengan teknologi tersebut, sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan kini dapat dimanfaatkan menjadi peternak daging dan susu.***(Adem/BNN)

Leave a Response