Bandung Raya

Tim Kesehatan Puskesmas Bihbul Turun Tangan Periksa Kondisi Lansia Viral, Oseng

229views

KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS ID
Setelah kabar mengenai Sefullah, yang akrab disapa Oseng, seorang lansia yang tinggal seorang diri di rumahnya yang nyaris roboh di Desa Sukamenak, menjadi viral di media sosial, tim kesehatan dari Puskesmas Bihbul segera bergerak cepat. Mereka memutuskan untuk mengambil tindakan segera guna memastikan kondisi kesehatannya yang dianggap rentan.

Tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Bihbul, drg. Nurtiana, tiba di lokasi pada pukul 11.00 WIB, Rabu, 3 November 2025. Sesampainya di tempat kejadian, mereka langsung memulai pemeriksaan dengan tujuan memberikan penanganan medis yang tepat serta memantau kondisi Oseng secara menyeluruh.

Anggota tim yang ditugaskan antara lain drg. Nurtiana (Kepala Puskesmas), Rahmi (Bidan Desa Sukamenak), Imam (Perawat Puskesmas Bihbul), Egis (Sanitarian), dan Indi (Petugas Promosi Kesehatan). Mereka melakukan pemeriksaan lengkap, mulai dari parameter vital, skrining penyakit, hingga pemeriksaan pendukung untuk mendeteksi risiko infeksi apa pun.

Setelah beberapa menit melakukan pemeriksaan di rumah, hasil menunjukkan kondisi Oseng masih relatif stabil. Parameter vitalnya tercatat normal, kecuali gula darah sewaktu yang mencapai 189 mg/dl. Adapun tekanan darah 118/69 mmHg, denyut nadi 87 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, suhu tubuh 36,8°C, dan saturasi oksigen 99%. Meskipun tidak dalam kondisi gawat darurat, Oseng tetap memerlukan pemantauan berkala.

Selanjutnya, di dalam rumah lansia tersebut, tim juga melakukan pemeriksaan usap lidah dengan tes Pluslife sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit menular, khususnya infeksi tuberkulosis. Sampel tersebut kini sedang diproses di Puskesmas dan membutuhkan waktu sekitar satu hari untuk mendapatkan hasil akhir sebelum menentukan tindakan medis lanjutan.

Selama berada di rumah Oseng sejak pukul 11.00 WIB, selain pemeriksaan fisik, tim juga melakukan skrining khusus lansia terkait potensi penurunan kapasitas intrinsik. Di antaranya meliputi penurunan fungsi kognitif, keterbatasan mobilisasi, risiko malnutrisi, serta gangguan penglihatan. Pemeriksaan ini menjadi dasar penting untuk menentukan jenis dukungan yang paling dibutuhkan agar Oseng dapat hidup lebih layak dan aman di tempat tinggalnya.

Di tengah proses pemeriksaan yang berlangsung pada hari itu, Imas, adik kandung Oseng, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh tim kesehatan. Ia mengaku sangat terbantu dan merasa lega setelah melihat kakaknya diperiksa secara menyeluruh. “Saya harap pendampingan ini bisa terus dilakukan sampai kondisi kakak saya benar-benar membaik dan mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman daripada rumah yang sekarang,” ungkap Imas. (Iding/BNN)

Leave a Response