Seks

Terapi Seks untuk Hubungan Seksual yang Lebih Baik

248views

TERAPI seks adalah bagian dari psikoterapi untuk menangani masalah kesehatan mental. Terapi ini bertujuan membantu individu atau pasangan untuk mengelola kekhawatiran terkait fungsi seksual, emosional, dan keintiman sehingga dapat menikmati hubungan seksual. Selain itu, terapi seks juga dapat membantu mengatasi berbagai masalah seksual, mulai dari berkurangnya keintiman dengan pasangan, susah terangsang, hingga tidak bisa ereksi. Ingin tahu apa yang dilakukan dalam terapi seks? Yuk, simak artikel berikut ini.

Mengapa Perlu Terapi Seks?

Anda perlu melakukan terapi seks, jika hubungan seksual Anda bersama pasangan bermasalah dan kondisinya sudah mengganggu kesehatan emosional dan kualitas hidup sehari-hari. Ini karena dengan melakukan terapi seks, Anda dapat mengutarakan berbagai kekhawatiran kepada psikolog atau psikiater. Kekhawatiran yang dapat Anda ceritakan antara lain:

  • Kurang intim dengan pasangan
  • Sulit berkomunikasi dengan pasangan
  • Kurang atau hilangnya gairahatau hasrat seksual
  • Bingung dengan orientasi seksual
  • Takut melakukan hubungan seksual karena punya penyakit atau disabilitas
  • Punya pengalaman seksual yang tidak menyenangkan di masa lalu
  • Tidak bisa ereksi
  • Ejakulasi dini
  • Susah terangsang
  • Susah mencapai orgasme
  • Terasa sakit ketika berhubungan seksual
  • Punya fantasi atau objek seksual tertentu yang tidak umum
  • Libido berlebihan

 Apa Saja yang Dilakukan dalam Terapi Seks?

Awalnya Anda akan diminta untuk mengisi formulir data diri dan latar belakang kondisi, termasuk obat apa yang sedang dikonsumsi, penyakit yang sedang diderita, hingga riwayat stres. Apabila Anda datang bersama pasangan, psikolog atau psikater akan mewawancarai kalian secara terpisah atau sekaligus.

Saat menjalani terapi seks, Anda akan dibantu untuk mengenali masalah yang sedang terjadi guna menemukan solusinya. Anda dan pasangan kemungkinan akan diberikan tugas yang harus dilakukan sebelum berlanjut sesi terapi seks berikutnya.

Tugasnya dapat berupa:

  • Berlatih komunikasi dengan pasangan
  • Membaca atau menonton video pendidikan tentang kesehatan seksual
  • Mengubah cara Anda berinteraksi dengan pasangan, baik secara seksual maupun nonseksual

Jika masalah seksual yang Anda dan pasangan alami disebabkan oleh penyakit tertentu, misalnya Anda menderita penyakit Parkinson, dokter spesialis saraf dan psikolog atau psikater akan menelaah permasalahan yang dihadapi untuk menemukan solusinya.

Terapi seks terdiri dari beberapa sesi singkat. Satu sesi terapi umumnya berlangsung selama 30-50 menit. Berapa kali terapi seks perlu dilakukan bisa berbeda pada setiap orang, karena akan bergantung pada seberapa besar masalah yang dihadapi. Ada yang berlangsung cepat, yaitu hanya dalam beberapa kali kunjungan, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.

Jika hubungan seksual justru membuat Anda atau pasangan jadi stres, berkonsultasilah dengan psikiater atau psikolog untuk menjalani terapi seks. Pasalnya, tidak hanya terkait keharmonisan rumah tangga, hubungan seksual yang sehat juga dapat membantu menstabilkan tekanan darah, mengurangi stres, dan membantu menyehatkan jantung.**(Artikel di atas sudah ditinjau oleh: dr. Rizki Pradana Tamin/Sumber: Alodokter.com)

 

Leave a Response