Kesehatan Wanita

Telat Haid Sebulan, Pertanda Apa?

255views

PADA umumnya, wanita mengalami 11-13 kali haid dalam setahun. Siklus haid yang normal adalah 24-35 hari. Namun, tidak semua wanita memiliki siklus haid yang teratur. Ada yang siklusnya teratur tiap bulan, tetapi ada juga yang tak teratur, bisa jadi lebih cepat atau sering telat. Jika mengalami telat haid, jangan langsung mengira diri Anda hamil. Nyatanya, penyebab terlambat datang bulan bisa sangat bervariasi. Berikut adalah sejumlah kemungkinan penyebab telat haid yang perlu Anda tahu.

  1. Kehamilan

Ketika seorang wanita hamil, haid tidak akan terjadi. Karena itu, jika Anda aktif  secara seksual dan tidak memakai kontrasepsi, hamil merupakan hal pertama yang patut dicurigai apabila terlambat haid. Untuk mengonfirmasi, lakukanlah tes kehamilan dengan test pack. Anda juga perlu berkonsultasi kepada dokter kandungan untuk hasil yang lebih akurat.

  1. Stres

Tahukah Anda, bahwa bagian otak yang mengatur siklus menstruasi, yakni hipotalamus, akan terganggu kinerjanya saat Anda mengalami stres? Oleh karena itu, stres secara fisik dan mental bisa menjadi alasan kenapa seseorang telat haid. Saat dalam kondisi stres dan kelelahan, produksi estrogen, progesterone, dan berbagai hormon lain di dalam tubuh menjadi kacau. Akibatnya, siklus haid dapat terganggu. Pada beberapa kasus, hal ini dapat menyerupai kehamilan palsu. Untuk itu, segeralah atasi stress Anda dengan relaksasi, mengubah pola hidup jadi lebih sehat, dan rutin berolahraga.

  1. Olahraga Berlebihan

Olahraga tentu baik untuk kesehatan tubuh. Tapi jika dilakukan secara berlebihan, maka bisa memicu gangguan hormonal sehingga siklus haid tidak teratur. Kehilangan lemak dalam jumlah tinggi secara tiba-tiba juga dapat membuat tubuh kekurangan energi untuk menghasilkan hormon pengatur menstruasi. Karena itu, pastikan Anda berolahraga dengan benar dan dosisnya tidak melampaui kapasitas tubuh.

  1. Obesitas

Kondisi obesitas bisa menjadi penyebab telat haid 1 bulan. Sebab, ketika wanita mengalami penambahan berat badan berlebih, maka akan memicu gangguan hormonal. Atau, tubuh memproduksi estrogen lebih banyak. Akibatnya, dapat menghambat ovulasi (pelepasan sel telur) dan menebalkan lapisan endometrium, sehingga darah haid menjadi banyak dan tidak teratur. Obesitas yang tidak ditangani bisa menjadi sumber masalah kesehatan lainnya. Tak hanya haid yang sering terlambat, kamu juga dapat berisiko tinggi untuk mengalami diabetes dan tekanan darah tinggi.

  1. Penurunan Berat Badan Signifikan

Penurunan berat badan yang drastis dapat memengaruhi hipotalamus dan bisa membuatmu telat menstruasi. Jika indeks massa tubuh (IMT) Anda berada di bawah normal (yaitu <18), Anda bisa mengalami gangguan haid. Biasanya hal ini disebabkan oleh gangguan makan. Lalu, jika berat badan Anda kurang 10 persen dari berat badan ideal, fungsi tubuh dapat terganggu dan memengaruhi proses ovulasi. Mengatasi gangguan makan dan meningkatkan berat badan secara sehat, bisa membantu siklus haid kembali normal.

  1. Sindrom Ovarium Polikistik (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS)

Polycystic ovary syndrome atau yang disingkat PCOS merupakan suatu kelainan hormonal yang ditandai dengan adanya sejumlah kista pada ovarium. Pada remaja yang mengalami PCOS, proses pelepasan sel telur tidak akan bisa terjadi. Pasalnya, indung telur wanita dengan PCOS dipenuhi oleh folikel atau gelembung-gelembung sel yang mencegah telur tersebut untuk matang dan terlepas.

Leave a Response