Kesehatan

Tanda Cairan Miss V yang Tidak Normal

177views

KELUARNYA cairan Miss V (vagina) yang tidak normal, bisa menjadi tanda adanya gangguan pada organ intim atau kesehatan tubuh Anda. Oleh karena itu, setiap wanita perlu mengetahui ciri-ciri cairan Miss V yang tidak normal, agar bisa langsung mengantisipasinya ketika ini terjadi. Cairan Miss V dapat dikatakan normal bila memiliki warna yang bening atau putih, bertekstur kental dan tidak lengket, serta tidak berbau. Sementara itu, cairan Miss V yang tidak normal biasanya memiliki aroma yang tidak sedap, berwarna tidak normal, dan terkadang disertai beragam gejala lainnya, seperti gatal atau nyeri.

Tanda-tanda Cairan Miss V yang Tidak Normal

Di bawah ini adalah beberapa tanda cairan Miss V tidak normal yang penting untuk Anda ketahui:

  • Terjadi perubahan pada warna cairan Miss V, misalnya dari yang biasanya putih menjadi kuning kehijauan
  • Cairan Miss V menjadi berbau tidak sedap atau tajam
  • Cairan Miss V disertai adanya luka pada vagina
  • Volume cairan Miss V mendadak meningkat atau cairan tampak menggumpal seperti keju atau susu
  • Keluarnya cairan Miss V disertai rasa gatal atau nyeri pada bagian kemaluan
  • Cairan Miss Va disertai pendarahan yang di luar masa menstruasi

Infeksi merupakan faktor paling umum yang menyebabkan perubahan cairan Miss V  menjadi tidak normal. Contohnya adalah infeksi jamur, vaginosis bakterial, atau penyakit menular seksual, seperti trikomoniasis, klamidia, herpes genital, atau gonorea. Selain disebabkan oleh infeksi, cairan Miss V yang tidak normal juga dapat terjadi akibat penggunaan sabun pembersih Miss V yang berlebih, konsumsi obat-obatan seperti kortikosteroid, antibiotik, atau pil KB, serta komplikasi dari penyakit lain, seperti radang pinggul, vaginitis, diabetes, dan kanker serviks.

Apa yang Harus Dilakukan?

Anda mungkin bingung ketika menghadapi cairan Miss V yang berbeda dari biasanya. Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat mengalami cairan Miss V tidak normal berdasarkan tanda-tandanya, di antaranya:

  1. Cairan berwarna putih atau abu-abu dengan aroma amis

Keluarnya cairan warna putih atau abu-abu dengan aroma amis bisa jadi pertanda Anda mengalami bacterial vaginosis (BV). Infeksi ini tergolong umum terjadi dan kadang menyebabkan iritasi atau gatal. Jika mengalami ini, Anda disarankan untuk lebih sering mengganti pakaian/celana dalam (CD) ketika mulai lembap. Selain itu, bersihkan Miss V Anda dengan cara yang benar setiap kali buang air kecil atau buang air besar. Pastikan area kemaluan kering sebelum memakai CD.

  1. Cairan tebal atau berwarna putih yang diiringi rasa gatal

Keluarnya cairan kental atau berwarna putih yang diiringi rasa gatal, umumnya disebabkan infeksi jamur. Infeksi ini juga tergolong umum terjadi pada sebagian besar wanita. Saat Anda mengalami kondisi seperti ini, langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari mengenakan CD yang ketat dan menghentikan penggunaan sabun pembersih Miss V.

  1. Cairan berwarna kuning, hijau, atau berbusa

Cairan warna kuning, hijau, atau berbusa biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual, seperti trikomoniasis, klamidia, dan gonore. Selain cairan Miss V yang tidak normal, infeksi ini terkadang menimbulkan gatal dan nyeri, terutama saat buang air kecil atau penetrasi seksual. Karena cairan Miss V berwarna kuning atau hijau kebanyakan disebabkan oleh infeksi menular seksual, Anda sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dalam bentuk apa pun, baik itu seks penetrasi maupun seks oral.

  1. Cairan berbau amis yang disertai luka pada organ kelamin

Cairan Miss V yang disertai luka pada organ kelamin dapat disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari virus herpes, sifilis, atau chancroid. Jika Anda mengalami kondisi semacam ini, sebaiknya Anda tidak menyentuh luka atau segera cuci tangan setelah menyentuh luka. Selain itu, Anda juga disarankan untuk menghentikan hubungan seksual.

  1. Cairan disertai darah

Keluarnya cairan Miss V abnormal yang disertai darah, bisa disebabkan oleh banyak faktor mulai dari vaginitis, sindrom polikistik ovarium (PCOS), atau atrofi vagina. Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa menandakan adanya kanker rahim, kanker serviks, atau kanker ovarium. Untuk melihat apakah gejala ini benar-benar disebabkan oleh masalah kesehatan, Anda bisa tunggu selama beberapa hari. Bila memang Anda tidak mengalami menstruasi, segera periksakan diri ke dokter.

Perlu dipahami, bahwa langkah di atas hanya merupakan langkah awal ketika mendapati cairan Miss V yang tidak normal. Langkah-langkah di atas tidak dapat mengobati keluhan, sehingga Anda juga perlu segera berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebab keluarnya cairan Miss V yang tidak normal. Oleh karena itu, sebelum memberikan obat, dokter mungkin perlu melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu untuk mencari tahu penyebabnya.***(Referensi tulisan : dr. Meva Nareza/Sumber: Alodokter.com/Foto: Istimewa)

Leave a Response