Kesehatan Wanita

Tak Hanya Wanita Dewasa yang Remaja pun Bisa Keputihan

155views

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes

TAK hanya wanita dewasa, remaja perempuan juga dapat mengalami keputihan. Sebelum orang tua terbawa rasa khawatir, ada baiknya untuk mengenal lebih dalam soal keputihan. Pada dasarnya keputihan berfungsi untuk membuat vagina tetap bersih dan sehat. Namun, terkadang keputihan bisa menjadi tidak normal. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau parasit di dalam vagina.

Keputihan dikatakan tidak normal jika terdapat perubahan warna, misalnya menjadi kekuningan atau kehijauan. Begitu juga bila bentuknya bergumpal-gumpal dan beraroma menyengat seperti bau amis atau bahkan busuk. Keputihan yang tidak normal juga bisa dilihat dari produksi cairan yang dihasilkan, yakni jauh lebih banyak dari biasanya. Beberapa keluhan lain yang  dapat menyertai meliputi gatal, nyeri pada area kewanitaan, dan sensasi terbakar saat buang air kecil.

Pada remaja, ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu kondisi sering keputihan. Berikut adalah enam penyebab keputihan pada remaja:

  1. Jarak Vagina dengan Dubur

Pada remaja putri, posisi area alat kelamin dengan dubur cenderung masih berdekatan. Hal ini meningkatkan kemungkinan kuman yang keluar melalui dubur menginfeksi alat kelamin. Apalagi jika remaja tersebut belum mengerti cara membersihkan area kelamin dengan benar. Karena itu, dalam membersihkan organ intim, pastikan dari arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya guna mencegah kuman dari dubur masuk ke vagina.

  1. Masa Perkembangan Organ Reproduksi

Perkembangan organ reproduksi juga bisa menjadi penyebab keputihan berlebihan pada remaja. Pada usia remaja awal, alat kelamin belum terbentuk secara sempurna sehingga dapat meningkatkan risiko keputihan. Sebab, belum terbentuknya labia atau bibir vagina dan rambut pubis dapat mengurangi mekanisme perlindungan area kelamin.

  1. Kulit yang Sensitif

Kulit area kemaluan remaja perempuan mungkin lebih sensitif terhadap goresan ataupun gesekan, sehingga akan lebih mudah terkena paparan dari luar. Penggunaan sabun mandi dengan pewangi, misalnya, bisa menjadi penyebab iritasi pada beberapa remaja putri. Karena itu, sebaiknya hindari penggunaan sabun mandi dengan pewangi kimia dan pewarna, terlebih jika kulit sensitif.

  1. Perbedaan Kondisi Vagina pada Remaja

Mukosa vagina pada awal remaja yang masih tipis dapat membuat bakteri senang berkembang. Tak hanya itu, kondisi rongga vagina remaja memiliki tingkat keasaman (pH) yang netral, hangat, dan lembap. Inilah yang bisa menjadi penyebab keputihan berlebihan pada remaja.

  1. Pemahaman Seputar Higienitas Area Kewanitaan

Beberapa remaja belum benar-benar paham mengenai cara menjaga kebersihan area kemaluan saat buang air besar dan buang air kecil. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terinfeksi berbagai kuman. Sering kali, remaja putri pun salah kaprah. Misalnya, menggunakan pembalut ataupun pantyliner dalam waktu lama. Kebiasaan ini dapat meningkatkan rIsiko timbulnya infeksi jamur, menurut studi di Journal of Family and Reproductive Health.

  1. Cara Berpakaian

Penggunaan pakaian yang ketat dan tidak menyerap keringat juga dapat meningkatkan risiko mengalami keputihan. Menurut studi di Yogyakarta yang ditampilkan pada Journal of Family and Reproductive Health, penggunaan pakaian dalam dengan bahan yang menyerap keringat bisa menciptakan lingkungan lembap sehingga rentan infeksi jamur. Keputihan merupakan hal wajar yang dialami oleh setiap wanita, serta bisa juga terjadi pada remaja. Namun, bila ada tanda-tanda keputihan abnormal, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat memperoleh penanganan yang sesuai.*(Sumber: KlikDokter,com)

Leave a Response