Kesehatan Wanita

Sudah Menopause, Apakah Wanita Masih Bisa Hamil?

279views

PADA wanita menjelang usia lanjut, sistem reproduksinya tidak dapat berfungsi maksimal seperti saat usia muda. Indung telur dimiliki wanita tidak mampu melepaskan sel telur secara rutin setiap bulan. Itu sebabnya wanita tidak lagi mengalami menstruasi, fase ini dikenal sebagai menopause. Menopause menandai akhir dari usia reproduktif. Ketika  memasuki tahap menopause, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda masih bisa hamil? Berikut penjelasannya.

Mungkinkah Wanita Hamil Setelah Menopause?

Saat usia reproduktif, tubuh wanita memiliki persediaan sel telur yang mencukupi dan pastinya sehat untuk dibuahi. Melansir dari Healthline, proses produksi sel telur yang sehat ini membutuhkan bantuan berbagai hormon seperti progesteronestrogenluteinizing hormone (LH), dan follicle hormone (FSH). Produksi sel telur ini disebut sebagai masa ovulasi, sehingga saat sel telur berhasil dibuahi oleh sperma laki-laki, maka kehamilan akan terjadi dan menstruasi tidak terjadi.

Namun, wanita yang sedang memasuki masa menopause tidak langsung berhenti menghasilkan sel telur. Memasuki fase menopause, kadar hormon estrogen dan progesteron perlahan berkurang dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun. Periode ini disebut perimenopause, ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak beraturan. Kesuburan menurun karena ovulasi sulit terjadi, tetapi menstruasi masih terjadi jika hormon dalam jumlah yang optimal. Kebanyakan wanita mengalami menopause di usia 50 tahun atau lebih.

Di waktu ini, kadar LH dan FSH Anda tetap tinggi, namun kadar estrogen dan progesteron tetap rendah. Ketidakseimbangan hormon ini membuat ovarium tidak melepaskan sel telur. Akibatnya, menstruasi berhenti total dan tidak dapat hamil lagi. Jadi beberapa wanita yang belum sepenuhnya mengalami menopause, atau dalam masa perimenopause yang ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur nyatanya masih dapat mengalami kehamilan. Perimenopause berlangsung selama beberapa tahun sampai tiba masa menopause.

Adakah Cara Mencegah Kehamilan saat Perimenopause?

Cara yang paling tepat untuk mencegah kehamilan adalah tetap menggunakan kontrasepsi selama satu tahun atau lebih setelah periode menstruasi terakhir setelah berumur 50 tahun. Banyak wanita yang tidak paham dan berhenti menggunakan kontrasepsi saat mengetahui tubuhnya mulai mengalami menopause.

Kalau Anda berencana menggunakan alat kontrasepsi, Anda bisa bertanya kepada dokter kandungan terkait jenis-jenis kontrasepsi dan apa kira-kira yang cocok untuk Anda. Selain itu, kehamilan saat usia tidak lagi muda harus dicegah. Melansir dari Mayo Clinic, angka kematian ibu naik secara tetap dari 9 per 100.000 pada usia 25-29 tahun menjadi 66 per 100.000 sesudah usia 40 tahun.

Hal ini menunjukkan, bahwa risiko kematian ibu meningkat signifikan seiring dengan bertambahnya usia ketika hamil dan melahirkan. Risiko yang terjadi ketika seorang

wanita hamil di usia tua, yaitu:

  • Kelahiran prematur;
  • Berat badan lahir bayi rendah;
  • Bayi lahir namun kondisinya sudah tidak bernyawa;
  • Kelainan kromosom pada bayi;
  • Komplikasi persalinan;
  • Operasi caesar;
  • Tekanan darah tinggipada ibu yang menuju pada kondisi serius seperti preeklampsia dan kelahiran bayi prematurl;
  • Diabetes gestasional, yang meningkatkan risiko diabetes.

Meskipun banyak risiko yang mengintai, wanita yang hamil di usia tua tetap berpeluang mendapatkan kehamilan yang sehat hingga persalinan. Pastikan untuk memeriksakan kehamilan setiap bulannya dan terapkan pola hidup sehat selama kehamilan.*(Tulisan sudah ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim/Sumber: Halodoc.com)

 

Leave a Response