Bandung Raya

Sampah di Kota Bandung Kian Menumpuk, Ini penyebabnya

237views

Bandung, BANDUNG POS.ID – Jalan di area tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, rusak parah dan berlumpur.

Akibatnya, pengangkutan sampah ke TPA tersebut terhambat.

Ratusan truk pengangkut sampah yang mau masuk ke TPA harus rela antre.

Sang sopir pun harus ekstra hati-hati, karena jalan licin penuh lumpur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudi Prayudi, mengakui, imbas dari rusaknya jalan di TPA Sarimukti, menyebabkan sampah di Kota Bandung kian menumpuk.

“Imbas terhambatnya pengangkutan sampah gegara jalan rusak ke TPA Sarimukti, sampah di Kota Bandung kian menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS),” katanya, dikutip dari laman Humas Pemkot Bandung, Kamis (20/10).

Terkait dengan hal ini, Dudi meminta petugas pengangkut sampah di tingkat RW melakukan penjadwalan hingga kendala itu teratasi.

“Kami mengimbau petugas pengangkutan roda sampah di tingkat RW untuk melakukan penjadwalan. Jadi sampah yang dibuang ke TPS tidak menumpuk,” ujarnya.

Dudi mengungkapkan, Pemprov Jabar sebagai pengelola TPA Sarimukti akan segera melakukan perbaikan jalan di lokasi TPA agar akses truk pengangkut sampah bisa kembali lancar.

“Pemprov (Jabar) akan mengirimkan batu pecah ke area, sehingga tidak terlalu licin dan berlumpur. Mudah-mudahan, tidak terjadi antrean di TPA yang menghambat pengangkutan sampah yang ada di TPS,” inbuhnya.

Ia mengatakan, akibat musim hujan yang cukup ekstrem berdampak pada TPA Sarimukti.

Truk-truk pengangkut sampah menjadi terhambat saat proses pembuangan ke TPA.

“Kondisi akses jalan TPA Sarimukti menjadi licin dan berlumpur akibat hujan. Akibatnya truk-truk yang akan proses buang ke area pembuangan antre,” kata Dudi

Dudi mengungkapkan akibat adanya kendala tersebut sekitar 100 truk pengangkut sampah dari kota Bandung terpaksa hanya bisa mengangkut sampah satu kali ritase.

“Praktis dengan kondisi seperti ini pengangkutan hanya bisa dilakukan satu ritase, karena itu antreannya cukup panjang,” katanya.(sr/bp)

Leave a Response