Bandung Raya

Ridwan Kamil: Jabar Paling Siap Gunakan Kendaraan Listrik, Stop Gunakan Kendaraan Dinas Berbasis BBM

271views

KAB BANDUNG, BANDUNGPOS.ID – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, Jawa Barat adalah provinsi paling siap dalam konversi kendaraan bahan bakar BBM ke kendaraan listrik.

Hal itu disampaikan Ridwan Kamil, kepada wartawan, usai memberikan pemaparannya pada acara “Temu Pemimpin untuk Aspirasi Masyarakat, Berwisata Irit Menggunakan Listrik, yang digagas inovator kendaraan listrik Smef Dony Arianto Cs, di Wisata Jembatan Rengganis, Rancabali, Kabupaten Bandung, Sabtu (17/9/2022).

Alasan Jawa Barat paling siap, menurut Kang Emil, karena pabrik mobil listrik ada di Jawa Barat, pabrik baterai listrik terbesar ada di Jawa Barat, kemudian produknya yang sekala corporasi juga di Jawa Barat. Jadi Jawa Barat harus memberikan contoh agar konversi kendaraan listrik bisa dilakukan.

Karena itu, Ridwna Kamil yakin Jawa Barat menjadi provinsi pelopor masifnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Ridwan Kamil juga mengaku, dirinya sudah lama menggunakan mobil pribadi dengan mobil tenaga listtik.

“Saya sudah dua tahun pakai mobil listrik nggak banyak masalah, juga kebetulan ada bengkelnya selalu menyediakan alat-alatnya,” aku Kang Emil.

Menurut Ridwan Kamil, Jawa Barat membuktikan menjadi provinsi yang paling siap, paling mau beradaptasi terhadap perubahan zaman. Sehingga ketika terjadi krisis energi kendaraan bertenaga listriknya suatu hari sepenuhnya sudah digunakan. Bahkan bisa digunakan energi terbarukan, seperti dari batubara.

“Nanti suatu hari juga akan ada tradisi setiap tempat fasilitas umum di Jawa Barat harus ada colokan untuk mengisi baterai, bentuknya bisa khusus atau bisa colokan biasa, kita sedang menghitung kalau sejam (satu jam) nyolok buat ngecas berapa rupiah,” paparnya.

Ridwan Kamil juga mengatakan, saat ini di Jawa Barat kendaraan yang sudah menggunakan tenqga listrik sekira 1500 unit dan tahun 2030 populasinya bisa mencapai 25 ribu kendaraan.

“Namun perlu juga ketersedian bengkel bengkelnya, sekarang kita akan perbanyak pelatihan bagi profesi montir yang punya dua skil, untuk ngurusin mesin dan skill ngurusin motor motor elektrik,” paparnya.

Tahun ini, tutur Ridwan Kamil, dirinya sudah memerintahkan agar minimal di PNS Jawa Barat tidak diperbolehkan lagi pembelian kendaraan dinas, baik motor atau mobil berbasis BBM atau harus sudah mobil listrik.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil, saat memberikan keterngan pers, usai acara “Temu Pemimpin untuk Aspirasi Masyarakat, Berwisata Irit Menggunakan Listrik, di Wisata Jembatan Gantung Rengganis, Rancabali, Kabupaten Bandung, Sabtu (17/9/2022). (Foto: drd)

Hemat Jutaan Rupiah
Gubernur juga menyebutkan, dua warga Kota Cimahi yakni Yusuf dan Asri mengaku sudah cukup lama kendaraan motornya menggunakan tenaga listrik. Sehingga ketika pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kedua warga ini tak begitu khawatir.

“Kang Yusuf setiap hari mengantar anak istrinya ke sekolah dan ke tempat kerja pakai motor, dulu menggunakan bensin dan sehari bisa habis Rp20.000, tapi setelah pakai motor listrik tidak lagi,” kata Barat Ridwan Kamil.

Menurut Ridwan Kamil, dalam setahun Yusuf bisa menghemat sampai Rp 6 juta dibandingkan saat kendaraanya masih menggunakan bahan bakar bensin.

“Ya dengan gaya lama keluar Rp 6 juta setahun dengan harus jemput anak istri dua kali sehari, jadi dengan pakai motor listrik menghemat R6 juta, uang sebesar itu kita bisa dipakai segala kebutuhan,” kata Ridwan Kamil yang juga didampingi Kepala ESDM Provinsi Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih.

Hal sama, tutur Rudwan Kamil, juga dilakukan Asri yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru SD. Sqtu daribtigabguru, Asri menggunkan motor listrik, yang sebelumnya memakai motor BBM dan sekarang bisa menghemat perbulannya sebesar Rp 300 ribu.

“Kalau dikalikan 12 bulan kurang lebih busa menghemat Rp 3,6 juta, dua contoh Pak Yusuf Bu Asri ya menunjukkan bahwa mereka yang sudah mau berpikir dan berubah ekonomi keluarganya justru meningkat walaupun ada guncangan naiknya BBM dan gak pengaruh secara langsung, ininjuga bisa dilakukan buat para wartawan,” tutur Gubernur yang biasa disapa Kang Emil ini.

Kang Emil juga apresiasi atas semangat Dony Arianto, salah seorang wakil dari inovator inovator di Indonesia dari Tangerang Selatan ini.

“Mereka yang akan memproduksi motor listrik merk Smef, kita negara sehebat ini “piraku” motor-motor “wae” (saja) harus impor impor, Gesit sudah ada di tanah Jawa Barat, sekarang juga produk anak bangsa sedang kita dukung baik urusan lisensinya, sertifikasi maupun promonya,” kata Ridwan Kamil. (drd)

Leave a Response