Daerah

Purwakarta Minim Fasilitas Penyandang Disabilitas

328views

Purwakarta, BANDUNG,POS,ID: SETELAH hampir  6 jam mengikuti peringatan Hari Cerebal Palsy di Bandung, saya melanjutkan tantangan  salah satu anak “hiperaktif” untuk menjelajahi Purwakarta. “Uwak jangan di Bandung dan Jakarta aja keliarannya,” itu katanya

Sebelum pandemi dan berkursi roda, saya sering berkunjung ke beberapa spot keren di kawasan ini. Kali ini saya niatkan untuk mengajak keponakan saya untuk memberikan literasi soal aksesibilitas infrastruktur publik bagi penyandang disabilitas dan lansia. Spot yang dipilih itu di seputaran Taman Air Mancur Sri Baduga, Jl. Siliwangi, Purwakarta.

Sayang Taman ini masih ditutup untuk publik. Saya putuskan untuk mengelilingi jalur yang khusus disediakan untuk pejalan kaki dan sepeda. Kerumunan yang luar biasa, warga banyak menikmati sore hari. Tidak banyak interaksi dengan warga, keseharian yang biasa saya lakukan saat berkunjung ke suatu lokasi.

Karena  baru pertama kali, berkursi roda elektrik di jalanan Purwakarta, banyak warga yang melihat penuh keanehan. Dari mata dan “gesture” tubuhnya melihat penuh selidik. Ini biasa, saya tidak baper. Saya selalu meresponnya dengan senyuman terbaik yang saya miliki dan melambaikan tangan.

Saya juga menyapa, tapi kali ini karena keterbatasan waktu saya tidak sempat berdialog dengan warga yang saya lalui.

Tour kecil ini berakhir di Cafe Stasiun, tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Purwakarta. Bangunan masih dipertahankan, sepertinya masuk “heritage”. Walaupun belum ada “ramp” dan “guiding block” yang khusus diperuntukan untuk penyandang disabilitas netra dan yang berkursi roda seperti saya cukup nyaman untuk dikunjungi, termasuk toiletnya dan rambu/penanda untuk penyandang disabilitas.

Mudah-mudahan ada perbaikan dan menjadikan contoh untuk Cafe yang ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia. “Insha Allah saya akan ajak banyak kawan saya kesini. Secara keseluruhan makanan dan kopinya mantap. Harga juga cukup bersahabat, ada makanan khas Purwakarta dan Jawa Barat juga , “ kata saya mengakhiri touring disabiltas. ** (Penulis Presiden Dilans Indonesia)

 

 

Leave a Response