Bandung Raya

Politik Dagang Kita Kalah, Pemkab Bandung Bangun Pusat Bisnis dan Edukasi Kopi Indonesia 

234views

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Pemkab Bandung mulai melaksanakan pengerjaan pembangunan pusat bisnis dan edukasi kopi Indonesia. Saat ini pembangunannya sedang dalam proses pematangan lahan.

Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna bersama Ketua Fraksi PKB DPR RI/Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, H. Cucun serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, H. A Tisna Umaran, meninjau lokasi pembangunan pusat bisnis dan edukasi kopi Indonesia yang berlokasi di Jalan Raya Solokanjeruk Desa/Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Kamis (10/11) sore).

Tisna Umaran mengatakan, rencananya lokasi tersebut akan dijadikan sentra bisnis dan edukasi kopi Indonesia.

“Karena ini pusat bisnis dan edukasi kopi Indonesia. Baik kopi arabika maupun robusta. Tujuannya adalah ekspor,” katanya.

Tisna mengatakan pula, pemasaran produksi kopi dalam negeri bisa ditangani oleh kelompok tani maupun koperasi.

Sedangkan ekspor ke luar negeri, menurutnya, harus menghadapi persaingan, karena selama ini produksi kopi dunia dikuasai oleh Brazil, Colombo, dan Vietnam, sebagai pemain baru.

“Sementara di Indonesia walaupun terluas sedunia kebun kopinya namun ekspornya keempat, setelah Brazil, Colombia dan Vietnam.

Politik dagang kita kalah oleh Brazil dan Vietnam,” ujarnya.

Tisna menyebutkan, pembangunan pusat bisnis dan edukasi kopi Indonesia pada tahun ini mulai dari pematangan lahan dan tahun depan akan dilakukan pembangunan gedung pengolahan dan pergudangan.

“Diharapkan tahun depan sudah bisa diresmikan oleh Pak Presiden,” ujarnya.

Ia juga berharap tahun depan bisa mulai mengekspor kopi secara masif. “Kemarin juga ada ekspor satu kontainer kopi ke Serbia, Keinginan kita tonasenya lebih besar,” katanya.

Dikatakannya, luas lahan untuk pusat bisnis dan edukasi kopi Indonesia adalah seluas 5 Ha dan dianggarkan dari pemerintah pusat. “Tahun ini Rp 8 miliar, tahun depan Rp 36 miliar, dan tahun depan ada lagi secara bertahap,” jelasnya.

Tisna mengatakan, pusat bisnis dan edukasi kopi Indonesia dibangun di Kabupaten Bandung, berdasarkan pertimbangan pusat yang menilai Kab. Bandung lebih serius dalam mengembangkan kopi.

Ia mengatakan nanti akan dibangun pula cafe sebagai sarana edukasi dan pelatihan berkaitan dengan kopi.

“Nantinya akan bekerjasama dengan pihak-pihak yang ahli dalam bidang kopi,” katanya.(akn/bp)

Leave a Response