Luar Negeri

Perusahaan Raksasa Teknologi Mulai Lakukan PHK Massal, Diantaranya Facebook dan Twitter

348views

BANDUNG, BANDUNGPOS.ID – Mendekati akhir tahun 2022, badai pemutusan hubungan kerja (PHK) belum juga mereda. Terbaru menurut sebuah laporan induk perusahaan Facebook Meta memangkas jumlah pegawainya.

Selain itu di bawah pemimpin barunya, Elon Musk, Twitter juga melakukan PHK. Jumlah dikabarkan 3.750 orang atau setengah dari jumlah karyawan perusahaan yang mencapai 7.500 orang.

Berikut ini rangkuman perusahaan yang melakukan PHK pegawainya, dilansir dari CNBC Indonesia, Senin (7/11/2022):

Wall Street Journal melaporkan PHK akan berdampak pada ribuan karyawan Meta. PHK ini juga jadi yang terbesar pertama dalam sejarah perusahaan, ungkap CNBC Internasional. Pada September lalu, Meta memiliki lebih dari 87 ribu pegawai.

Juru bicara Meta menolak mengomentari laporan tersebut, namun hanya merujuk pada komentara CEO Mark Zuckerberg soal fokus perusahaan tahun depan.

“Pada 2023, kami akan memfokuskan investasi pada sejumlah kecil area pertumbuhan prioritas tinggi,” kata Zuckerberg. “Artinya sejumlah tim akan tumbuh secara bermakna, tetapi sebagian besar tim lain akan tetap datar atau menyusut selama tahun depan. Secara agregat, kami berharap untuk mengakhiri tahun 2023 dengan ukuran yang kira-kira sama, atau bahkan organisasi yang sedikit lebih kecil dari kami saat ini.”

PHK juga berdampak pada ribuan orang di Twitter yang terjadi pada Jumat lalu. AFP melaporkan sebuah email perusahaan berisi karyawan Twitter akan mendapatkan kabar nasib mereka lewat email pada awal kerja.

Sejumlah eksekutif Twitter juga terkena PHK setelah perusahaan dimiliki oleh miliarder Elon Musk. Salah satunya adalah mantan CEO, Parag Agrwal.

Langkah PHK itu juga membuat mantan CEO dan pendiri Jack Dorsey meminta maaf. Menurutnya, dia mengembangkan ukuran perusahaan terlalu cepat.

3. Microsoft
Oktober lalu, laporan Axios menyebutkan Microsoft juga melaksanakan PHK. Kabarnya ada 1.000 karyawan atau sekitar 1% dari jumlah karyawan pada 30 Juni 2022 sebanyak 221 ribu orang.

“Seperti semua perusahaan, kami mengevaluasi prioritas bisnis kami secara reguler dan melakukan penyesuaian struktural. Kami akan terus berinvestasi di bisnis kami dan menambah pegawai di area kunci dalam tahun-tahun ke depan,” kata juru bicara Microsoft kepada Axios.

Pada bulan Juli, menurut Bloomberg, Microsoft telah mengumumkan melakukan penyesuaian peran dan grup bisnis setelah akhir tahun fiskal (per 30 Juni 2022).

4. Amazon
Amazon juga melakukan pengurangan karyawan. Jumlahnya mencapai 99 ribu. Ini menjadi jumlah pegawai perusahaan menjadi 1,52 juta.

Kebijakan itu ternyata berbeda dari aktivitas Amazon beberapa tahun terakhir. Amazon sempat memiliki karyawan dua kali lupat dari beberapa tahun terakhir, akibat kebutuhan staf gudang dalam memenuhi permintaan pelanggan.

5. Shopify
Perusahaan e-commerce itu juga gencar menambah pekerja tahun 2020. Yakni diakibatkan pertumbuhan jumlah toko dan restoran yang migrasi ke digital saat dunia mengalami lockdown karena Covid-19.

Namun pada Juli lalu, Shopify akhirnya memecat 1.000 orang. CEO Tobi Lutke mengatakan dia salah menghitung berapa lama ledakan e-commerce karena pandemi akan berlangsung.(drd/bp)

Leave a Response