Kesehatan

Penyebab Pusar Bau dan Cara Mengatasinya

303views

KONDISI pusar yang bau sebaiknya tidak Anda abaikan karena bisa sangat mengganggu! Cari tahu penyebab dan cara mengatasi aroma tak sedap dari pusar berikut ini.

Tak banyak orang yang sadar akan pentingnya kesehatan pusar. Bahkan, tak sedikit pula yang menganggap bahwa bagian ini tidak perlu dibersihkan. Padahal, pusar bisa menjadi tempat bersarangnya banyak bakteri dan jamur. Meski sebagian besar bakteri memang tidak berbahaya, tetapi dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Karena itu, apabila tidak dibersihkan, kondisi pusar yang bau bisa saja terjadi. Kenali penyebab dan cara mengatasinya.

Penyebab Pusar Bau

Pusar merupakan area tubuh yang tersembunyi dan banyak lipatan, sehingga sering luput untuk dibersihkan. Jadi, penjelasan paling sederhana kenapa pusar bau adalah masalah kebersihan. Kotoran, bakteri, dan jamur bisa terkumpul di pusar. Jika tidak dibersihkan dengan baik dan benar, pusar dapat beraroma tidak sedap. Jadi, penyebab bau pada pusar yang paling umum adalah sebagai berikut ini:

  1. Tingkat Kebersihan yang Rendah

Pusar memiliki ekosistem kecilnya sendiri yang terdiri dari 67 jenis bakteri. Jamur dan kuman lain juga bisa terperangkap di area tersebut. Nah, bau yang tidak sedap pada pusar berasal dari campuran bakteri, kotoran dan keringat, terutama jika tingkat kebersihan tubuh Anda sangatlah buruk. Pada akhirnya, kuman dan bakteri tersebut berkembang biak dan menciptakan bau busuk, sama seperti ketiak ketika Anda berkeringat. 

  1. Infeksi Candida

Candida adalah jamur yang hidup di kulit. Jamur ini biasanya tidak menimbulkan masalah, tetapi dapat berkembang biak pada kulit yang lembap untuk waktu yang lama. Jika terus berkembang biak, ini bisa berubah menjadi infeksi jamur. Inilah yang dapat menjadi penyebab kotoran pusar bau.

Infeksi yang dikenal sebagai candida intertrigo dapat memengaruhi lipatan pada kulit, seperti ketiak, selangkangan, atau pusar. Kulit yang terinfeksi akan tampak merah dan bersisik, dan lepuh. Candidal intertrigo dapat Anda atasi dengan obat antijamur dan perubahan gaya hidup. Perubahan ini termasuk menjaga kulit tetap dingin, kering, dan bersih, serta menghindari pakaian yang terlalu ketat. Orang dengan diabetes dan obesitas akan lebih mungkin mengalami infeksi jenis ini.

  1. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri bisa menjadi salah satu alasan kenapa pusar bau. Infeksi bakteri akan meningkat pada beberapa keadaan, misalnya setelah Anda menjalani operasi hernia umbilikalis. Jika kulit di sekitar pusar terinfeksi, kulit di sekitar area tindik pusar juga bisa mengalami risko infeksi bakteri. Setiap kali Anda membuat lubang di kulit, bakteri dapat masuk ke dalam. Gejala dari infeksi pusar akan menimbulkan nanah yang berbau, rasa sakit, kemerahan atau perubahan warna, dan pembengkakan.

  1. Kista Epidermoid dan Kista Pilar

Kista epidermoid adalah benjolan yang dimulai di lapisan atas kulit. Sementara itu, kista pilar pertama kali muncul di dekat folikel rambut. Kedua kista tersebut mengandung sel di dalam membran dan menghasilkan lapisan tebal keratin. Jika salah satu kista terpapar infeksi, membesar, dan pecah, cairan kuning dan berbau busuk akan keluar.

  1. Kista Sebasea

Penyebab pusar bau selanjutnya adalah kista sebasea atau sebaceous. Kista ini jauh lebih jarang terjadi daripada kista epidermoid dan kista pilar. Kista sebasea berasal dari kelenjar sebaceous di tubuh. Kelenjar ini biasanya menghasilkan sebum serta campuran lemak berlilin dan berminyak untuk pelumasan kulit.

Kista sebaceous terisi dengan sebum dan dapat menyebabkan infeksi. Kista yang terinfeksi ini akan berwarna merah, meradang, dan nyeri saat disentuh. Nanah juga mungkin keluar dari kista, dan biasanya berbau tidak sedap.

(Foto-foto: Shutterstock)

Cara Membersihkan Pusar yang Bau

Tentunya, Anda tidak ingin memiliki pusar yang bau, bukan? Pasalnya, kondisi ini bisa mengurangi rasa percaya diri dan meningkatkan risiko infeksi pada tubuh. Berikut ini sejumlah cara menghilangkan bau pusar yang bisa kamu coba:

  • Mencuci rutin area cekungan ataupun lipatan pada pusar. Hal ini akan mencegah penumpukan kulit mati, keringat, dan minyak yang diproduksi tubuh secara alami. Sering mencuci juga menghilangkan bakteri atau jamur.
  • Mencuci pusar dengan air hangat dan sabun antibakteri, kemudian gunakan waslap untuk membersihkan bagian dalam pusar dan area sekitarnya dengan lembut.
  • Setelah mencuci pusar, bilas dengan air bersih bersuhu hangat, lalu keringkan dengan handuk untuk memastikan bahwa semua air telah dikeluarkan dari pusar.
  • Mandi secara teratur. Ini dapat membantu mencegah masalah kulit dan bau tak sedap. Area tubuh seperti pusar atau kaki sering terlewatkan, padahal area ini membutuhkan pembersihan rutin seperti area tubuh lainnya.
  • Segeralah mandi setelah melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat, misalnya saat cuaca panas atau setelah berolahraga.
  • Hindari menggunakan terlalu banyak krim maupun lotion di dalam atau area sekitar pusar. Hal ini dilakukan untuk mencegah pertumbuhan bakteri maupun jamur.

Meskipun kebanyakan orang kurang memperhatikan kebersihan pusarnya, bukanlah ide yang buruk untuk membersihkan pusar Anda setiap minggu atau lebih. Tindakan ini bisa membantu Anda terhindar dari potensi infeksi, bau, dan akibat lain dari kebersihan yang buruk. (dr. Muhammad Iqbal Ramadhan/KlikDokter.com/Foto-foto: Shutterstock)***

 

Leave a Response