Kesehatan

Penyakit pada Lansia yang Umum Terjadi, Berbahayakah?

596views

Oleh: dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

LANSIA merupakan kelompok usia yang paling membutuhkan pelayanan kesehatan. Sebab, mereka mengalami proses penuaan secara biologis, yang ditandai dengan menurunnya daya tahan tubuh. Hal ini membuat lansia rentan terhadap penyakit. Beberapa penyakit pada lansia bahkan dapat meningkatkan risiko kematian, khususnya apabila terlambat atau tidak ditangani dengan tepat.
Berikut ini adalah deretan gangguan kesehatan atau penyakit yang sering terjadi pada lansia:

1. Obesitas

Obesitas atau berat badan di atas normal pada lansia kerap terjadi akibat minimnya aktivitas fisik. Padahal, obesitas pada lansia merupakan awal mula berbagai penyakit metabolik berbahaya, seperti diabetes dan kolesterol tinggi. Obesitas juga membuat lansia semakin berisiko terjatuh dan mengalami cedera yang cukup parah. Hal ini dapat menyebabkan patah tulang atau nyeri otot akibat terjatuh saat beraktivitas.

2. Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi termasuk penyakit pada lansia yang cukup sering ditemukan. Parahnya, banyak kasus hipertensi pada lansia tidak terdeteksi hingga menimbulkan penyakit lain yang lebih serius, seperti penyakit jantung dan stroke. Gejala fisik hipertensi memang tidak mudah dikenali. Kondisi ini kerap ditemukan secara tidak sengaja saat lansia menjalani pemeriksaan kesehatan. Beberapa gejala tidak spesifik yang kerap dialami lansia dengan hipertensi, misalnya sakit kepala hebat dan nyeri dada.

3. Penyakit Jantung

Berhubungan juga dengan hipertensi, penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup umum ditemukan pada lansia. Penyakit ini bahkan menjadi salah satu penyumbang angka kematian terbesar pada orang lanjut usia. Penyakit jantung ada banyak jenisnya. Salah satu yang sering ditemukan adalah penyakit jantung koroner (PJK) akibat penumpukan plak pada pembuluh darah koroner di jantung. Penyakit jantung banyak dipengaruhi oleh gaya hidup sedari muda, seperti merokok, pola makan tidak sehat, obesitas, malas gerak, dan lain-lain. Selain itu, riwayat penyakit jantung dalam keluarga juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit mematikan ini.

4. Diabetes

Penyakit metabolik yang juga sering terjadi pada lansia adalah diabetes melitus tipe 2 atau kencing manis. Penyakit ini disebabkan oleh sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin (resistensi insulin). Kondisi ini menyebabkan tingginya kadar gula darah. Beberapa faktor risiko diabetes, misalnya kelebihan berat badan, riwayat keluarga, gaya hidup minim gerak, dan usia yang terus bertambah.
Gejala khas diabetes, termasuk sering merasa haus, kerap buang air kecil terutama di malam hari, merasa kelaparan meski sudah makan cukup, dan luka yang susah sembuh. Jika lansia mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kesehatan di dokter atau rumah sakit terdekat.

5. Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi dapat menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit lain, salah satunya serangan jantung. Kolesterol tinggi pada lansia kerap terjadi akibat gaya hidup tidak sehat sedari muda, seperti merokok, pola makan sembarangan, konsumsi minuman beralkohol, dan malas berolahraga.

6. Stroke

Stroke merupakan penyakit yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan obat-obatan dan tindakan medis yang tepat. Penyakit ini utamanya disebabkan oleh terhentinya aliran darah ke otak, sehingga sel-sel bagian tubuh tersebut kekurangan oksigen hingga rusak dan mati. Secara garis besar, terdapat dua jenis stroke, yaitu hemoragik (perdarahan) dan iskemik (pembuluh tersumbat). Keduanya sama-sama dapat menghentikan pasokan oksigen ke otak, yang ujung-ujungnya berakibat fatal.

Agar lebih mudah diingat, gejala stroke disingkat dengan nama FAST, yaitu Face, Arms, Speech, dan Time. Face berarti area wajah yang turun sebelah, seperti alis yang tidak bisa diangkat bersamaan. Arms berarti melemahnya salah satu atau kedua anggota gerak. Speech adalah gangguan berbicara akibat lidah pelo. Sedangkan, time berarti pasien harus segera menghubungi layanan gawat darurat apabila mengalami salah satu gejala tersebut.

7. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah istilah untuk sekumpulan penyakit pada paru-paru. Kondisi ini ditandai dengan terhambatnya aliran udara dari atau ke paru-paru, yang membuat penderitanya mengalami sesak napas. Faktor risiko utama PPOK adalah paparan polutan udara jangka panjang, salah satunya rokok. Baik perokok aktif maupun perokok pasif sama-sama berisiko tinggi mengalami PPOK di kemudian hari.

8. Pikun atau Demensia

Pikun atau demensia merupakan suatu gejala yang ditandai dengan kesulitan dalam mengingat dan berpikir. Penyakit ini pun identik dengan kesulitan dalam menyelesaikan aktivitas sehari-hari, misalnya lupa menjaga kebersihan diri atau sulit membuat keputusan. Keluhan-keluhan tersebut bersifat progresif, sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup orang yang mengalaminya.

Demensia dapat terjadi karena faktor usia dan riwayat keluarga, maupun gangguan pada otak akibat Alzheimer atau kondisi lainnya. Apabila Anda memiliki keluarga yang mengalami kondisi demikian, lebih baik segera diperiksakan ke dokter spesialis saraf. Dengan deteksi dan pengobatan sejak dini, Anda bisa membantu serta mendampingi lansia untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

9. Penyakit Parkinson

Penyakit saraf lain yang kerap dialami lansia adalah parkinson. Penyakit ini merupakan gangguan saraf progresif yang utamanya menimbulkan gejala tremor atau gemetar, kekakuan, dan gangguan gerakan lainnya.

10. Katarak

Gangguan penglihatan tersering yang menyerang kaum lansia adalah katarak. Kondisi ini menyebabkan keruhnya lensa mata, sehingga pandangan menjadi buram. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan katarak, termasuk usia, trauma atau kecelakaan, paparan cahaya matahari, penyakit metabolik seperti diabetes, penggunaan obat-obatan jangka panjang, dan faktor keturunan.

11. Degenerasi Makula

Selain katarak, degenerasi makula juga merupakan salah satu penyebab utama kebutaan pada lansia. Penyakit ini terjadi akibat penurunan fungsi saraf pada mata seiring dengan bertambahnya usia. Semakin memburuk kondisi saraf mata, semakin berkurang pula kemampuan penglihatan pada lansia hingga akhirnya menyebabkan kebutaan.

12. Kebutaan

Menurunnya penglihatan pada lansia kerap terjadi seiring bertambahnya usia. Selain katarak dan degenerasi makula, kebutaan pada lansia juga bisa terjadi akibat glaukoma dan retinopati diabetik. Deteksi dini penyebab menurunnya kemampuan penglihatan pada lansia sangat penting untuk mempertahankan kualitas penglihatan lansia setelah mendapatkan perawatan.

13. Presbikusis

Presbikusis adalah penurunan pendengaran secara alamiah yang disebabkan oleh proses degenerasi organ pendengaran. Meski bukan penyakit yang mengancam jiwa, tetapi kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan presbikusis, misalnya paparan bising terlalu lama, penggunaan obat-obatan ototoksik, diabetes, dan gangguan peredaran darah. Gejala presbikusis seperti sulit mendengar di tempat yang bising, sering meminta lawan bicara untuk mengulang pembicaraan, dan terkadang disertai telinga berdenging.

14. Insomnia

Gangguan tidur yang sering terjadi pada lansia adalah insomnia. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur. Insomnia yang tidak segera ditangani dapat menjadi gangguan tidur yang lebih parah, dan memengaruhi kualitas hidup lansia. Ada banyak faktor yang menyebabkan gangguan tidur pada lansia, misalnya kondisi kesehatan, penggunaan obat-obatan, tingkat stres, dan pengaruh lingkungan sekitar.

15. Depresi

Lansia merupakan kelompok umur yang tidak luput dari gangguan kesehatan mental, salah satunya depresi. Depresi pada lansia dapat diakibatkan oleh rasa kesepian, kurangnya aktivitas, mengalami penyakit kronis, atau bahkan tanpa sebab yang jelas.Pada lansia, depresi dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih rentan terserang infeksi dari luar.

16. Radang Sendi

Radang sendi atau arthritis merupakan salah satu kondisi kesehatan yang juga kerap dialami oleh lansia. Penyakit ini menimbulkan nyeri di sendi, mulai dari ringan hingga sangat berat. Radang sendi juga bisa membatasi pergerakan anggota gerak pada lansia. Terdapat dua jenis arthritis, yaitu osteoarthritis dan rheumatoid artritis. Pada lansia, osteoarthritis lebih sering ditemukan.

17. Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang disebabkan oleh menurunnya kepadatan bagian tubuh tersebut. Osteoporosis pada lansia biasanya terjadi akibat kurangnya kalsium dalam tubuh dan berkaitan dengan ketidakseimbangan proses penghancuran matriks tulang dan pembentukan sel tulang yang baru. Komplikasi dari osteoporosis yang sering terjadi adalah fraktur atau patah tulang. Selain itu, avaskular nekrosis, yaitu terganggunya aliran darah sehingga ada bagian tulang yang tidak mendapatkan aliran darah sehingga fungsinya mati.

18. Inkontinensia Urine

Jika lansia kerap mengompol, biasanya hal itu disebabkan oleh terjadinya inkontinensia urine. Pada lansia, inkontinensia dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya melemahnya otot dasar panggul, melemahnya otot katup saluran kencing, dan gangguan persarafan yang berperan mengatur fungsi buang air kecil.

19. Gangguan Kesehatan Gigi dan Mulut

Gigi berlubang, keropos, dan tanggal (terlepas) pada lansia dapat mempengaruhi asupan nutrisi dan kualitas hidup secara keseluruhan. Padahal, asupan nutrisi yang berkualitas dengan kuantitas yang cukup memegang peran penting dalam membantu menjaga daya tahan tubuh lansia.

20. Kanker

Terdapat lebih dari 200 jenis kanker pada manusia. Mulai dari kanker payudara, hingga kanker paru-paru. Dengan banyaknya kematian akibat kanker, diyakini 1 dari 2 orang akan menderita penyakit tersebut pada satu masa dalam hidupnya. Kanker merupakan kondisi pertumbuhan sel abnormal dan membentuk masa yang disebut tumor. Tumor dapat membesar hingga mengganggu fungsi organ di area tempatnya bertumbuh. Selain itu, tumor juga bisa menyebar melalui kelenjar getah bening dan pembuluh darah.

Gejala kanker dapat beragam sesuai dengan jenisnya. Secara umum, gejala kanker pada lansia adalah munculnya benjolan yang tidak diketahui penyebabnya, penurunan berat badan dalam waktu yang singkat, serta perdarahan saat BAB, BAK, batuk, atau muntah.

Dengan mengetahui berbagai gangguan kesehatan yang sering menyerang lansia, diharapkan Anda yang masih muda dapat membantu mendeteksi dan mencegahnya sejak dini. Dengan demikian, kualitas hidup lansia dapat dipertahankan. Apabila Anda mencurigai adanya penyakit pada lansia, jangan segan untuk langsung berkonsultasi kepada dokter.**(Sumber: KlikDokter.com)

Leave a Response