Pendidikan

Digital Education for Indonesia 

305views

Oleh: Nella S Wulan, S.Pd           

Prof. Dr. HM Solehuddin, M.Pd.,M.A, Rektor UPI Bandung, mengingatkan pentingnya kualitas pendidikan pada proses belajar mengajar antar guru dengan siswa. Mencakup pula kecakapan Global Literacy, Relevancy,Character, Technology, juga Equity. -Educators 4.0  Revolusi Pendidikan. Pendidik ditantang dengan mesti menempa pengajaran, (1) Lecture and Memory: ekspositorik lebih baik. (2) Internet Enable Learning: penguasaan IT yang terstruktur . (3) Knowledge Production Educator, (4) Innovatif Production Educator: selalu berinovasi.

Learners 4.0. Learners/ pembelajar dituntut untuk berperan aktif sebagai pembelajar/ as content, producers and sharers. Learners as connectors, creators, constructivists, educators resource guides at these diversity of network.

Paradigma pembelajaran berkembang dengan amat cepat. Online learning menjadi semakin penting, tentu disesuaikan dengan kemampuan sekolah, PJJ daring juga luring.

Guru harus semakin profesional dan efektif di era digital ini, sesuai dengan amanat regulasi, sebagai fasilitator pembelajaran yang mumpuni.

Sementara Prof.Dr.H.Heris Herdiana, Ketua Dewan Pakar IT PGRI Jabar membedah New Learning Space dimasa pandemic covid-19: belajar berbarengan secara tatap muka/ real  dan virtual.  Pendidikan sebagai proses perubahan sikap, tata laku seseorang atau kelompok, sebagai pendewasaan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Teaching, learning dan interaction yang erat antara guru dan siswa sangat penting, Hal ini dilihat dari kegiatan kognisi, kehadiran sosial, stimulasi, eksplorasi, integrasi, juga resolusi ( penerapan ide-ide baru). Kita dihadapkan pada sistem pembelajaran baru, yang melibatkan pengembangan flipped classroom, blended/hybrid class juga online learning.

Ruang belajar Zaman now: aktifnya interaksi tatap muka secara personal dan kolaboratif. Guru sebagai subjek Pendidikan mestilah menjadi sosok yang open minded ( terbuka), memanfaatkan WAG & link youtube untuk belajar virtual, curiosity (lebih ingin tahu)  akan hal-hal baru, lebih focus, detail menangani persoalan yang muncul.

Berikutnya Dr. Cepi Riyana, M.Pd, Direktur IT- UPI Bandung mengusung E-learning yang berupa konsep kreatif dan bagaimana implementasinya.

Dukungan sangat berarti pada e-learning. Hal yang dilaksanakan dengan mengacu dari Revolusi Industri 4.0, 21st Century Learning, Digital Generation,  akan mengubah tatanan masyarakat, merubah budaya juga pendidikannya. Karakter e-learning: Individualized learning: belajar mandiri, Micro learning: bahan ajar dibuat perpaket,Learning platform: learning management system sebagai ruang  dan  Flexibility  perubahan disusuaikan dengan budaya dan kondisi pembelajaran.

Distance Learning/ Pembelajaran Jarak Jauh  Keterpaduan antara Pengajar  –  Chanel , Stay alone & Network – Pembelajar belajar dengan kreatif dan inovatif denga beragam platform tehnologi. Konten Trending untuk e-learning: bisa kita gunakan infografis, , motion graphic, vlog, podcast, games, 3 DA, juga link youtube dan video streaming. Semarak memang. Blended ICT:  meliputi gamification, video, assessment, hand out, hand on & conversation.

Pengembangan Inovasi Guru dan sekolah: bisa memunculkan ide kreatif, desain kreatif, karya kreatif inovatif juga difusi inovasi.  ( www.openlearning.com )

Sedangkan  PIJAR TELKOM, mengenalkan web pendidikan yang bisa diakses:  PIJAR SEKOLAH: Portal Digital Education for Indonesia. Berisi kolaborasi  antar guru untuk peningkatan Pendidikan formal dan nonformal di Indonesia. Sebagai platform yang mengintegrasikan proses belajar formal di sekolah.

Sebagai ujung tombak Pendidikan, guru dituntut untuk lebih professional dan produktif menghasilkan siswa hebat.

Diungkapkan juga bahwa pendidik yang mengupload banyak bahan ajar, mendapatkan vote bintang terbanyak serta aktif dikomunitas/ jejaring sosial, akan mendapat ‘reward’ dari PIJAR TELKOM.

Workshop beakhir dengan meeting perrumpun mata pelajaran. Rumpun Sains, IPS juga Bahasa. Dua instruktur sesuai dengan bidangnya menyampaikan Blended Learning juga belajar online dimasa pandemi, ditiap rumpunnya. Menarik.

Misalnya, dirumpun Bahasa, Ny. Tetty Sugiarti memoderator  Ny.Lina Siti Nurwakhidah, Dekan FiSSOS- IPI Garut, menyampaikan Project Based-Learning sebagai course of actions.

Lalu Ny. Gilang Asri D,S.Pd, Phd, guru B,Inggris & instruktur provinsi, mengetengahkan Limited Digital Library. Pengadaan perpustakaan digital yang akan memfasilitasi peserta didik untuk belajar lebih cepat dan baik lagi.

*Penulis Guru SMPN 50 Bandung, pegiat GLN Gareulis Jawa Barat

Leave a Response