Daerah

Pemkab Sumedang Alokasikan Dana BLT BBM 2022 Sekira 12.000 KPM (Keluarga Penerima Manfaat)

204views

KABUPATEN SUMEDANG, BANDUNGPOS.ID – Pemerintah Kabupaten Sumedang mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 5,7 miliar. Anggaran itu untuk warga Sumedang yang terdampak kenaikkan harga BBM pertalite. Uang kas dalam bentuk rupiah itu diberikan masing-masing sebesar Rp 150 ribu per bulan selama 3 bulan. Atau penerima berhak mendapatkan Rp 450 ribuan, dimulai Oktober 2022 sampai Desember 2022.

Pemerintah berharap bantuan itu bisa mengurangi beban hidup yang semakin berat akibat kenaikan harga BBM.

Komar, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial kabupaten Sumedang mengatakan, penerima BLT BBM 2022 yang dialokasikan dari Pemkab kurang lebih berjumlah 12.000 KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Komar menambahkan, alokasi anggaran BLT sebesar 150 rb per bulan akan dibagikan mulai  Oktober sampai Desember 2022.

“Untuk alokasi pertama rencana Oktober karena eksekusinya di perubahan anggaran,” kata Komar lebih lanjut sesuai hasil rapat koordinasi yang digelar di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu.

Ujang, salah seorang calon penerima BLT mengaku senang. Warga Dusun Ciulur ini sehari-hari sebagai tukang ojek pangkalan.

“Lumayan untuk tambahan modal kerja, beli pertalite juga, sisanya buat belanja lauk pauk,” kata Ujang.

Sementara itu beberapa warga lain mengeluh. Setiap pemberian BLT tidak pernah terdaftar sebagai orang yang berhak menerima bantuan. Jadi, pemberian BLT ini seperti menggarami luka.

“Tetangga yang secara kasat mata masih sehat dan kuat secara fisik, memiliki kebun garapan dan sawah sendiri, terdaftar sebagai orang yang berhak menerima BLT. Tapi janda tua tanpa anak yang hidupnya dari belas kasih tetangga malah tidak terdaftar,” kata Elis, pengamat sosial dari Komunitas Jumat Berkah Sumedang.

Jadi kesannya menurut Elis seperti asal-asalan. Yang penting masyarakat diam dan tidak protes.

“Benar, mungkin untuk sesaat bisa dibungkam. Tetapi membungkam 200 juta rakyat Indonesia, apa bisa ?” tanya Elis. (kus/bp)

Leave a Response