Daerah

Pemkab Garut Larang Pedagang Berjualan di Depan Sekolah

248views

Pemkab Garut Larang Pedagang Berjualan di Depan Sekolah

               Garut, BANDUNGPOS.ID (25/8/2022): Nanti operasilah, dari Disdik ada Pak Kabid, semua didata dan semua diberikan instruksi kepada sekolah-sekolah untuk tidak membiarkan anak-anak jajan  di pinggir jalan. Hal itu dungkpakan  Wagub Kabupaten Garut, Helmi  Budiman di hadapan  pers  seusai menengok para korban kecelakaan lalu-lintas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut, Kemarin.  Atas peristiwa tersebut, Wakil Wabup atas nama Pemerintah Kabupaten Garut, menginstruksikan setiap sekolah agar para siswanya tidak melakukan aktivitas di pinggir jalan termasuk untuk jajan.

Lebih lanjut Helmi mengungkapkan,  musibah seperti ini harus dijadikan sebuah pelajaran, dan jangan sampai terulang lagi di masa yang akan datang. Apalagi hampir semua  kecelakaan mengalami kritis.

“Yang jelas kita harus ambil pelajaran. Pertama ini jangan terulang lagi, Disdik harus mempunyai data sekolah-sekolah yang ada di pinggir jalan, jangan sampai ada jajan masuk  ke wilayah jalan.  Jadi saya minta nanti sekolah itu harus menyiapkan kantin, bisa kerja sama dengan pedagang-pedagang itu yang ada di luar untuk masuk ke dalam,” katanya.

Kedatangan Wabup Garut ke RSUD dr. Slamet, selain menengok korban kecelakaan yang terjadi di depan SDN-1 Mandalasari, Kecamatan Kadungora, Kab Garut ( Bandungpos; 23/8/2022 lalu).  Sebagai wujud belasungkawa Pemerintah Pemkab  Garut terhadap keluarga atas meninggalnya salah seorang siswi. Ia juga memohon doa kepada masyarakat agar siswa lain yang menjadi korban bisa cepat sembuh dan keluar dari kritisnya.

“Kita tangani secara maksimal. Saya sudah ketemu sama dokternya, ketemu sama perawat, Insya Allah ya mereka sangat sigap bagaimana caranya agar ini betul-betul bisa tertolong,” tandasnya.

Helmi memaparkan, pihak SDN 1 Mandalasari sudah mengupayakan pengaman di sekitar sekolah, dengan menyediakan zebra cross, hingga cone jalan.

“Tapi kan kadang-kadang dalam keadaan yang tidak biasa gitu ya, kadang-kadang kan ada pengemudi yang katakanlah entah ngantuk atau apalah gitu. Nah makanya ini harus dicegah jangan sampai terjadi lagi,” paparnya.

Peristiwa nahas menimpa Tujuh   siswa SDN -1 Mandalasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, yang sedang jajan di depan sekolahnya, Selasa (23/8/2022). Siswa itu tertabrak oleh sebuah angkutan pedesaan (angped), hingga menewaskan satu orang siswi dan melukai enam lainnya.** (rm/bp)

Leave a Response