Kesehatan

Parkinsonisme Vaskular, Penyakit Saraf yang Incar Lansia

196views

Oleh: dr. Alvin Nursalim, SpPD

PENYAKIT Parkinson merupakan salah satu penyakit neurologis terbanyak, yang menyerang sekitar 1 persen lansia berusia di atas 60 tahun. Penyakit ini menyebabkan kecacatan yang sangat progresif dan tidak dapat dihentikan. Salah satu bentuk dari penyakit Parkinson adalah tipe vaskular, atau Parkinsonisme vaskular. Apa penyebab dan gejala dari Parkinsonisme vaskular? Yuk, kita kenali gangguan ini secara lebih detail.

Penyebab dan Gejala Parkinsonisme Vaskular pada Lansia

Berbeda dari tipe Parkinson biasa yang disebabkan oleh penuaan sel-sel saraf otak, Parkinsonisme vaskular terjadi akibat kelainan pembuluh darah. Pemicu umumnya adalah stroke. Stroke yang terjadi pada Parkinsonisme vaskular ini berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan lemak di dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Oleh sebab itu, penyakit ini lebih sering terjadi pada lansia.

Mengapa tidak semua penderita stroke akan mengalami Parkinson? Hal ini berkaitan dengan lokasi terjadinya stroke. Saat stroke mengenai area yang disebut ganglia basalis, yang mengatur gerak halus tubuh, maka dapat muncul Parkinsonisme vaskular. Penyakit ini juga terjadi akibat adanya gangguan senyawa kimia di otak, terutama yang berkaitan dengan gerak (motorik). Akibatnya, gerakan penderita akan cenderung kasar dan lambat.

Gejala-gejala yang timbul ketika seseorang mengalami Parkinsonisme vaskular, yaitu:  

  • Gemetar – Sering gemetar pada jari (terutama ibu jari) merupakan gejala pertama penyakit ini. Gejala biasanya memburuk bila terdapat pencetus seperti stres atau kelelahan. Gemetar ini terutama timbul saat istirahat.
  • Kaku – Anggota tubuh menjadi kaku dan sulit digerakkan, dan gerak tangan saat berjalan yang selaras dengan gerakan kaki akan berkurang atau hilang.
  • Gerakan Melambat – Penderita Parkinson secara perlahan akan memiliki gerak yang cenderung lambat. Contohnya, sulit untuk bangkit dari kursi atau langkah kaki menjadi pendek.
  • Postur Tubuh Jadi Bungkuk – Postur penderita Parkinson umumnya tampak bungkuk dengan kepala menunduk.
  • Sulit Berbicara – Karena penyakit ini mengenai seluruh tubuh, maka dapat terjadi kesulitan bicara.

Gejala-gejala di atas umumnya muncul mendadak, dan akan semakin memberat dalam beberapa minggu hingga bulan. Gejala lain yang juga dapat muncul, misalnya berkurangnya dominasi tangan kanan, suara mengecil, gangguan tidur, indra penciuman berkurang, sering merasa lemas, sulit berpikir, hingga depresi. Faktor risiko terjadinya tipe Parkinson ini meliputi kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, fibrilasi atrium, dan diabetes.

Bisakah Dicegah? 

Gangguan ini dapat dicegah dengan memperhatikan faktor risiko dari Parkinsonisme vaskular. Berbagai faktor risiko yang menyebabkan terjadinya stroke juga harus dikontrol, seperti:

  1. Kelebihan berat badan hingga obesitas
  2. Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga
  3. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  4. Perokok berat atau perokok pasif
  5. Memiliki kadar kolesterol tinggi
  6. Menderita diabetes, terutama tidak terkontrol
  7. Menderita beberapa penyakit lain, seperti obstructive sleep apneadan penyakit jantung seperti gagal jantung, infeksi jantung, gangguan irama jantung

Penyakit Parkinsonisme vaskular pada umumnya dialami oleh lansia.  Oleh karena itu, cegahlah sedini mungkin dengan mengendalikan beragam faktor risiko yang telah dipaparkan di atas.*(Sumber: KlikDokter.com)

Leave a Response