Bandung, BANDUNGPOS.ID – Untuk menghadapi Pelatda tahap II — setelah sebelumnya selama sebulan menjalani Pelatda tahap I, tim atletik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jabar ke Peparnas VII/2024, mulai Selasa ((2/7/2024) melakukan promosi degdarasi yang awalnya berjumlah 82 atlet – sesuai dengan arahan dari NPCI Jabar, akan mengerucup menjadi 75 atlet.
“Ke 75 atlet tersebut akan di SK kan NPCI Jabar, masing-masing di nomor sprinter yang terdiri dari kurs roda dan lari, kemudian lempar cakram, lempar lembing, tolak peluru dan lompat jangkit,”ujar perwakilan manajer dan pelatih cabor atletik Jabar ke Peparnas VII/2024, Surya Pragala di lintasan atletik GOR Pajajaran, Selasa (2/7/024).
Surya menuturkan, pihaknya menerapkan Technica Hand Book (THB) bayangan, itu karena THB resmi belum keluar. THB bayangan menjadi acuan sementara karena berkejaran waktu dengan masa Pelatnas yang tinggal 3 bulan.
“Disatu sisi, kami teman-teman pelatih harus menentukan sikap bahwa kontingen ini harus dikerucutkan. Dengan demikian jumlah 75 atlet di cabor atletik sudah memenuhi kuota 100 dari 120 persen. Setelah 100 persen tidak ada lagi promosi degradasi dan itu akan segera di SK kan NPCI Jabar. Mereka yang terdegradasi adalah yang tidak mencapai limit waktu yang telah ditentukan,” tutur Surya.
Proses latihan sendiri menurut Surya dilakukan setiap hari mulai Senin sampai Jumat pagi dan sore. Sementara hari Sabtu berlatih hanya di pagi hari dan Minggu istirahat. Latihan juga meliputi jogging, interval dan latihan beban untuk kekuatan otot.
Tim atletik NPCI Jabar masing-masing dilatih oleh pelatih kepala Toton didampingi Suradin, Yusuf, Dudung, Agus dan Lini. Pelatih ini rata-rata bersertifkat Nasional.
“Program latihan kedepan akan di fokuskan kepada penguatan-penguatan otot, fisik dll. Dilihat dari parameter hari ini (Selasa 2 Juli 204) ada beberapa dari 75 atlet ini masih bisa ditingkatkan performancenya . Intinya, program kedepan pasti akan lebih berat,” ungkap Surya.
Disinggung ihwal target medali, Surya mengatakan, menurut hitungannya sekitar 30 sampai 33 medali emas dijadikan target dari penampilan 75 atlet cabor atletik NPCI Jabar. Meski demikian cabor atletik masih berusaha mencari celah untuk jumlah menambahan medali.
“Disisi lain kita masih berpegang pada THB bayangan. Karena THB di Peparnas Papua yang sudah pasti, jelas akan berubah ketika ketika Peparnas tahun ini berlangsung d Solo, Jawa Tengah. Jadi rasanya tidak mungkin THB di Peparnas Solo masih memakai THB Peparnas Papua. Tidak tertutup kemungknan Peparnas di Solo akan lebih banyak nomor yang dipertandingkan,” ucap Surya.
Tes parameter sendiri – ungkap Surya selanjutnya, merupakan kumulatif hasil latihan dari rentang waktu 4 minggu. Setiap hari Jumat dilakukan tes parameter atau interval internal dari mulai 50,150 sampai 300 meter.
Akumulasi dari setiap nomor itu dikali 3. Sehingga diharapkan ketika masuk mulai dari minggu pertama sampai minggu keempat, pihaknya sudah memiliki data objektif. Hal ini guna menghindari hal-hal yang sifatnya titipan, Dan semuanya bermuara pada nilai.
“Untuk latihan hari ini (Selasa 2 Juli 204) di fokuskan kepada pengelompokkan nomor dan klasifikasi yang lebih spesifik. Kalau minggu kemarin masih acak, nah sekarang lebih fokus sesuai yang ada di THB,” jelas Surya.
Surya mengatakan, cabor atletik ditargetkan oleh Ketua Umum (Hari Susanto) bahwa selain dari cabor renang, cabor atletik adalah cabor yang sangat diunggulkan untuk mendulang medali emas. Sehingga dalam penentuan targetpun, cabor atletik tidak muluk-muluk, semua objektif berdasarkan data dan fakta. (den)





