Musik & Budaya

Ngopi Sewarung: Dorongan Jiwa dan Cinta

Ngopi Sewarung (Edisi Ramadhan) Dorongan Jiwa dan Cinta

69views

Ngopi Sewarung (Edisi Ramadhan)

Dorongan Jiwa dan Cinta

SESUNGGUHNYA– tak ada kewajiban bagi manusia. Allah juga tak ingin umatnya terbebani oleh kewajiban. Sesuatu yang bersifat wajib atau diwajibkan pasti tidak menyenangkan, pasti semua dilakukan dengan merasa terpaksa atau dipaksa. Karena merasa dipaksa oleh kewajiban, maka melakukan ibadah sholat pun ingin cepat selesai, membaca al-Qur’an ingin cepat selesai. Puasa ingin cepat lebaran. Senang rasanya kalau semuanya sudah selesai. Itu artinya ada beban yang terasa berat saat melakukan ibadah tersebut sehingga semua ingin segera berakhir. Sesuatu yang dilakukan secara terpaksa atau merasa beban pasti tidak akan banyak berdampak positif bagi kehidupan seseorang. Itu sebabnya, banyak orang yang rajin melakukan ibadah sholat, puasa, membaca Al Qur’an, dan lain-lain, tapi tindakan korupsi jalan terus, hidup miskin terus, selingkuh jalan terus, kebencian jalan terus, dan seterusnya.

Seseorang harus mulai naik kelas dalam ber-Tuhan dan beribadah. Lakukan semuanya atas dasar ilmu pengetahuan dan kesadaran penuh. Segala bentuk ibadah bukan lagi dilakukan atas dasar kewajiban melainkan karena dorongan kebutuhan jiwa dan cinta.

Pahami perasaannya,
Uten Sutendy

Leave a Response