Opini

Merdeka Belajar itu Butuh Guru Merdeka

242views
Sigeulis

(Siswa &Guru Menulis)

Merdeka Belajar itu Butuh Guru Merdeka

Oleh Akbar Zamil,. SPd

           Indonesia menjadi kuat kemerdekaannya karena ada pengakuan dan komitmen dari negara lain dan organisasi dunia. Nah, guru Merdeka? Utamanya ya butuh Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, organisasi guru, dan birokrasi pendidikan yang memerdekakan.

            Merdeka belajar diungkapkan oleh  Mendikbud RI, Nadiem Karim, semua murid setuju dan  semua murid senang, karena semua anak  Indonesia bisa belajar sesuai tuntutan zamannya, murid tidak lagi belajar seperti zaman kolonial.   Mendikbud RI pasti setuju juga, merdeka belajar tidak cukup dengan ‘sekadar’ pengurangan beban administrasi RPP, tentunya.

Seorang  pengamat pendidikan Anastasia Rima Hendrarini, berpendapat dan  mengajak  pak mentri berfikir realistis, jangan sekadar hanya membuat senang dunia pendidikan Indonesia, tapi mampu menghiangkan praktik penyempitan makna kemerdekaan itu sendiri. Sejak awal  Anatasia mengaku  melihat reformasi perlu dilakukan dari sumbernya. Pendidikan Guru harus berubah, paradigma pendidikan perlu diubah,  sehingga menghasilkan pendidik-pendidik merdeka dan berpikiran terbuka. Bukan sekadar retorika kampanye dari pada pemahaman menyeluruh atas masalah Pendidikan.
Belajar merdeka itu menurut  dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang juga mantan Kadisdik Kota Bandung,  Dr. H.. Elih Sudiapermana,.MPd, belajar merdeka itu harus dimulai dari budaya hidup merdeka. Ia bukan sekedar guru bebas dari fungsi administrator, atau murid tak lagi berpusing dengan Ujian Nasional.  Belajar merdeka mensyaratkan: Guru Merdeka; guru membuat silabus betdasarkan kondisi siswa dan lingkungan belajar tanpa intervensi kekuasaan dalam bentuk apapun. Siswa merdeka; siswa tidak dibebani target- target  politis untuk membahagiakan para penguasa sekolah dan pendidikan.

Lingkungan merdeka; Lingkungan yang bebas dari belenggu kebudayaan dan menekan anak-anak  muda sebatas menjadi konservator tanpa dorongan menjadi kreator. Pengetahuan merdeka;  Pengetahuan yang menjujung tinggi kebenaran, betapapun kebenaran itu bertentangan dengan tradisi atau sistem nilai lainya.
Lebih dari itu, di atas segalanya penghargaan pada ilmu adalah password tak terbantahkan. Kebijakan macam apapun bila para guru jauh dari buku dan ilmu, dan lebih mengabdi pada rasa dan selera massa, konsep belajar merdeka hanya fatamorgana. Semoga tidak ya teman-teman.

Pelajaran ekstrakulikuler:

          Ada tiga  hal ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap  kesuksesan menurut Prof Agus Budiono  yaitu: NEM, IPK dan rangking,  Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan  rangking)  hanyalah faktor sukses urutan ke- 30,   sementara faktor IQ pada urutan ke-21 dan  bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23. Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ? Menurut riset Thomas J. Stanley   ada sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan: kejujuran (Being honest with all people), disiplin keras  (Being well-disciplined), mudah bergaul atau friendly  (Getting along with people),  perlunya dukungan pendamping (Having a supportive spouse).
Dari sumber lain menyebutkan, kerja keras (Working harder than most people), kecintaan kepada yang dikerjakan  (Loving my career/business), kepemimpinan (Having strong leadership qualities),  kepribadian kompetitif  atau mampu berkompetisi (Having a very competitive spirit/personality),  hidup teratur (Being very well-organized) dan  kemampuan menjual ide atau kreatif / inovatif (Having an ability to sell my ideas/products).

          Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM.  Dalam kurikulum semua yg ditulis diatas itu dikategorikan sebagai softskill.  Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan di ekstra-kurikuler.  Mengejar kecerdasan akademik semata hanya akan menjerumuskan diri sendiri secara nyata. Kejarlah kecerdasan spiritual, agamais, maka kecerdasan lain akan mengikuti dan kesuksesan ada di depan mata, semoga  sukses selalu untuk teman-teman  semua. ** |Penulis  Guru SDN-23 Bandung, disarikan dari berbagai sumber|

 

Leave a Response