Menulislah Mulai Hari Ini, Kalau Tidak Kapan Lagi
Menulislah Mulai Hari Ini, Kalau Tidak Kapan Lagi
Oleh Entang Rukmawan,.S.Pd
“MENJADI seorang jurnalis bukan hanya soal menulis, tapi tentang memahami dunia dengan mata dan hati yang terbuka. Setiap kata yang berhasil rangkai adalah jendela bagi orang lain untuk melihat realitas dari sudut yang belum pernah mereka bayangkan. Tugas kita bukan sekadar melaporkan, tetapi juga menyentuh, menginspirasi, dan memberi harapan melalui kekuatan narasi. Di perjalanan ini, akan ada tantangan, kebingungan, bahkan keraguan, tapi ingatlah—justru dalam ketidaksempurnaan itulah, kita menemukan makna sejati dari sebuah cerita. Jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah takut salah, karena dari setiap kesalahan kita tumbuh menjadi penulis yang lebih tajam dan manusia yang lebih bijak. Tulis dengan keberanian, suarakan dengan hati, dan percayalah, bahwa setiap cerita yang kalian ciptakan punya kekuatan untuk mengubah dunia, sekecil apapun itu.”
Mari sedikit menyelami dunia komunikasi, dalam teori komunikasi ada encoding dan decoding. Lalau apa bedanya? Encoding dalam komunikasi massa terjadi ketika sumber informasi menerjemahkan pemikiran dan ide dalam sebuah bentuk yang dapat ditangkap atau dimengerti oleh pancaindera orang yang menerima pesan. Sedangkan Decoding adalah proses terjadinya ketika receiver menerjemahkan atau menginterpretasikan pesan ke dalam sebuah bentuk yang mempunyai makna baginya.
Lalu Terdapat tiga alasan menurut Wright, mengapa komunikasi massa diberi label “massa”? Jawabannya adalah audiensnya luas, anonim, dan beragam. Sumber komunikasinya adalah institusi, organisasi atau perusahaan, seperti jaringan televisi, jaringan surat kabar, kantor berita atau konglomerat yang memiliki perusahaan media. Institusi media massa memiliki fungsi ekonomi atau mendapatkan profit dengan cara mempertahankan jumlah audiens yang besar sebagai sarana untuk mendapatkan pendapatan dari para pengiklan.
Ada juga komunikasi intrapersonal dan interpersonal, yaitu komunikasi intrapersonal yang tidak melibatkan orang lain, melainkan seseorang yang berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Contoh : Seseorang menulis dibuku hariannya (bisa diisi yang lainnya). Sedangkan komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terdiri atas dua orang atau lebih, namun hanya melibatkan dua orang. Contoh : Percakapan lewat telpon/HP, HT, dll.
Apa itu karakteristik komunikasi massa tradisional menurut Dominick? Diproduksi oleh organisasi yang formal dan kompleks. Memiliki banyak pengawas (gatekeeper). Membutuhkan dan untuk dapat beroperasi. Bersifat sangat kompetitif di antara institusi media yang ada untuk memperoleh keuntungan.
Dunia hari ini bercerita lain,karena internet pegang kendali dunia. Sehingga kemunculan internet, dapat mengubah konsep komunikasi massa terdahulu.
Alasanya, karena dengan munculnya internet, setiap orang mempunyai kesempatan menjadi pelaku komunikasi massa (mass communication). Dahulu jika seseorang ingin mendapatkan informasi up to date harus membeli koran, majalah atau tambloid. Harus punya dan memutar kanal radio (FM/AM), menonton siaran TV dan lain-lain yang sifatnya satu arah. Saat ini melalui perangkat HP android, orang dapat memilih 1001 inforamasi. Semua dapat menjadi praktisi komunikasi. Tetapi bagi kalian yang memiliki bekal ilmu jurnalistik, ilmu komunukasi yang mumpuni. Kalian menjadi orang pertama terbehat, itu. ** Penulis Guru Guru Penggerak SMPN-46 Bandung.





