Olahraga

Menpora Sebut Kompetisi Liga 1 Dihentikan Hingga Pemerintah dapat Hasil Evaluasi

211views

JAKARTA, BANDUNGPOS.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, menyebut pelaksanaan Liga 1 untuk sementara waktu akan dihentikan atas inisiatif PSSI.

Hal itu merupakan dampak dari kerusuhan Liga 1 pasca pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam lalu.

“Kompetisi Liga 1 akan dihentikan sampai pemerintah mendapatkan hasil evaluasi tentang sistem kompetisi yang dilakukan oleh LIB dan dibawah pengawasan PSSI,” kata Menpora saat menjadi narasumber Kompas TV secara daring dari Malang, Jawa Timur, Senin (3/10) malam.

Menurut Menpora Amali, Presiden Joko Widodo meminta kepada dirinya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait sistem kompetisi persepakbolaan nasional.

“Karena Presiden meminta agar melakukan evaluasi secara menyeluruh dan saat ini sedang dilakukan. Jika itu sudah, maka kita akan pertimbangkan dan yang pasti akan dibicarakan dengan pihak kepolisian. Sebab, yang memberikan izin tentang berlangsung dan tidak berlangsungnya itu ‘kan pihak kepolisian dan saya nanti akan mengkoordinasikan itu,” ujarnya.

“Secepatnya PSSI dan LIB memberikan informasi kepada kami tentang evaluasi menyeluruh, akan menjadi ukuran untuk kita pertimbangkan apakah liga diteruskan atau akan tetap seperti saat ini,” katanya.

Sementara, untuk Liga 3, lanjut dia, tetap berjalan karena dilaksanakan oleh Asprov.

Juga, ia bilang, pertandigan-pertandingan internasional lainnya karena terikat dengan negara-negara lain yang telah menjadi peserta.

Misalnya, ia sebut, U-17 yang berjalan tanpa penonton.

Terkait regulasi sepakbola nasional, Menpora menilai jika regulasi dari FIFA dan PSSI dipedomani maka sepakbola akan berjalan dengan baik.

“Sebenarnya sudah ada regulasi dari FIFA dan PSSI yang seharusnya jika dijadikan pedoman, saya merasa yakin itu akan berjalan dengan baik. Misalnya, bagaimana penempatan pemain yang utama, bagaimana penonton. Jika dilihat Stadion Kanjuruhan ini memang belum single seat,” katanya.

“Untuk itu, jika belum single seat maka kapasitas penontonnya yang harus disesuaikan. Sebab, jika single seat itu bisa terhitung, jika belum single seat maka jumlah kapasitasnya tidak dapat dipastikan,” katanya.(akn/bp)

Leave a Response