KeluargaKesehatan

Mengenal Fungsi Walker, Alat Bantu Jalan untuk Lansia

297views

TERDAPAT banyak jenis alat bantu jalan, seperti cane, crutch, dan walker. Di antara ketiganya, yang paling sering dipilih adalah walker. Walker merupakan jenis alat bantu jalan yang umum digunakan lansia. Meski begitu, alat ini pada dasarnya dapat digunakan oleh siapa saja, khususnya pasien gangguan otak atau masalah koordinasi dan keseimbangan.

Mengenal Walker, Alat Bantu Jalan Lansia

Berbeda dengan alat bantu jalan lainnya, walker dinilai paling stabil. Pasalnya, jenis alat bantu jalan ini memiliki ukuran yang lebih lebar. Selain itu, walker juga memiliki empat kaki yang membantu keseimbangan penggunanya ketika berdiri dan berjalan. Fungsi walker juga dapat membantu menahan beban tubuh penggunanya secara lebih baik. Alat bantu jalan lansia ini pun dapat mendukung keseimbangan tubuh bagian samping.

Sayangnya, walker tidak lepas dari kekurangan. Kekurangan walker, yaitu menghambat kecepatan berjalan, menyulitkan mobilitas ketika menaiki dan menuruni tangga, serta membuat penggunanya sulit mengakses ruang sempit.

Jenis-Jenis Walker yang Bisa Dipilih Sesuai Kondisi

Untuk dapat memilih walker yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, Anda perlu memahami spesifikasi alat bantu jalan ini berdasarkan jenisnya. Berikut penjelasannya:

1. Standard Walker


Standard walker (Foto: Ist)

Standard walker merupakan jenis alat bantu jalan yang paling stabil. Disampaikan dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, alat bantu jalan yang tidak menggunakan roda ini membantu keseimbangan dan koordinasi pada orang dengan jenis gangguan tertentu. “Biasanya, alat bantu jalan ini membantu keseimbangan dan koordinasi orang yang mengalami gangguan pada otak,” jelas dr. Iqbal. Sayangnya, standard walker memiliki beberapa kekurangan. “Salah satunya bikin kecepatan berjalan berkurang, karena alat ini harus diangkat untuk maju ke depan,” jelas dr. M. Iqbal.

“Selain itu, bagi lansia yang mengalami stroke maupun kelemahan tubuh bagian atas, mereka mungkin akan kesulitan untuk mengangkat walker jenis ini,” tambahnya.

2. Gliding Walker

Gliding walker (Foto: Ist)

Gliding walker memiliki penampakan serupa standard walker. Namun, kelebihannya, alat bantu jalan ini dilengkapi fitur roda. Beberapa gliding walker dilengkapi dengan dua roda di bagian depan. Sementara yang lain dilengkapi empat roda di setiap kaki walker
“Keberadaan roda pada gliding walker membuat penggunanya bisa berjalan lebih cepat dibandingkan standard walker. Namun, alat bantu jalan ini dapat membuat penggunanya terpeleset, karena keberadaan roda tersebut,” kata Iqbal,

Gliding walker cocok digunakan pengidap Parkinson. Karena, alat ini dapat membantu mengurangi gejala freezing. Mengutip Parkinson’s UK, freezing membuat pengidap penyakit saraf tersebut kesulitan bergerak seakan kaki terpaku di tanah. Kendati dapat membantu pengidap parkinson, penggunaan gliding walker tetap harus diawasi dengan ketat guna menurunkan risiko hal-hal yang tak diinginkan.

3. Rollator

Rollator walker beroda empat (Foto: Ist)

Rollator merupakan walker beroda empat. Alat bantu jalan ini direkomendasikan untuk orang yang dapat berjalan jauh dan tidak memiliki masalah anggota gerak.
Rollator biasanya juga dilengkapi fitur yang bervariasi. Beberapa jenisnya bahkan dilengkapi dengan keranjang dan tempat duduk. Hal tersebut memungkinkan penggunanya beristirahat di atas rollator maupun menaruh barang tertentu.
Alat bantu jalan lansia ini sebaiknya dipakai oleh orang dengan masalah pernapasan dan kardiovaskular.
Sebaliknya, rollator tidak cocok digunakan oleh orang dengan gangguan keseimbangan dan kognitif. Hal ini karena alat bantu tersebut rentan membuat penggunanya berjalan secara tidak terarah hingga terjatuh.
Demikian sederet kelebihan dan kekurangan walker lansia berdasarkan jenisnya.** (Penulis: Aditya Prasanda/Sumber: KlikDokter.com)

Leave a Response