Kolom Sosial Politik

Mengapa Dikau MEMBENCI

94views

Oleh Ridhazia

Tenyata menurut hasil studi psikologi, menjadi pembenci itu bermula dari salah asuh ketika kanak-kanak. Sebuah kebiasaan buruk yang dimulai dari kebiasaan berprasangka negatif yang lambat laun masuk ke dalam bawah sadarnya.

Itu sebabnya predisposisi ilmiah menyebutkan kalau kebencian itu diturunkan dari dalam keluarga. Hasil mekanisme pertahanan diri yang ekstrim dan berlebihan selama berelasi dengan orangtua dan saudaranya serumah.

Hal itu juga hasil bentukan perasaan terancam. Bahkan pernah di framing diskriminatif. Entah oleh orang tua atau saudaranya. Bahkan nenek kakeknya selagi masa pertumbuhan.

Psikopat

Dalam pandangan ilmiah para pakar psikologi neo-analitik seseorang yang kerap mengekpresikan kebencian di ruang publik — semisal di media sosial dalam konteks politik — dikatagorikan sebagai psikopat.

Psikopat untuk menyebut seorang penderita gangguan kepribadian dengan kecenderungan yang melanggar norma sosial, manipulatif,  tidak memiliki empati dan penyesalan, tidak bisa membedakan benar dan salah, serta cenderung mengabaikan keselamatan dan tanggung jawab.

Karakteristik psikopat memiliki kesamaan dengan gejala gangguan kepribadian antisosial (antisocial personality disorder/ASPD).

Ia merasa beban psikologisnya bakal ringan jika ia bisa mencaci-maki, mencemooh dan sumpah serapah. Sekalipun tanpa alasan yang tidak terlalu jelas. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response