KOLOM MEDIA LAWAS

Membuka Kembali Majalah Legendaris Jakarta Jakarta

255views

 

Oleh Kin Sanubary

Majalah Jakarta Jakarta dikenal sebagai sebuah majalah berita bergambar yang memuat foto-foto dan gambar-gambar penuh artistik. JJ menampilkan berbagai nama dan peristiwa yang menjadi buah bibir era tahun 80-90an dengan motto yang cukup terkenal “panas gambarnya-hangat beritanya”

Majalah Jakarta Jakarta terbitan Februari 1994, 29 tahun silam dengan sampul muka Ida Royani, pesohor era tahun 70-an. Cover Story: Ida Royani. Ida Royani dikenal sebagai seorang model, bintang film, penyanyi dan perancang busana.

Ida Royani bernama asli Ida Daniar, lahir di Jakarta 24 Maret 1953. Era tahun 70-an Ida Royani dikenal sebagai pasangan duet Benyamin Sueb di film maupun di panggung pertunjukan. Dikenal luas ebagai pelantun lagu-lagu Gambang Kromong, melahirkan lagu-lagu terkenal seperti Gambang Kromong, Disini Aje dan Hujan Gerimis. Film-filmnya cukup digemari penonton seperti film “Tarsan Kota” dan Benyamin Biang Kerok. Ida Royani menikah dengan musisi Keenan Nasional yang dikenal sebagai pimpinan grup band Gank Pegangsaan.

Kini Ida Royani aktif sebagai seorang perancang busana dan tegabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) yang rutin menyelenggarakan peragaan busana setiap tahun. Foto-foto Ida Royani diabadikan oleh kamera fotografer senior Ray Bachtiar Dradjat.

Yuni Shara penyanyi mungil dan pelantun lagu-lagu lawas ini menikah dengan Raymond Manthey pada 18 Oktober 1993, pernikahannya dilakukan dengan adat pengantin Jawa. Tetapi kurang dari satu tahun, pemirsa mendadak sontak mendengar kabar mahligai rumah tangga mereka berantakan karena suaminya sering bertindak kasar (KDRT) senang berjuda dan tak mempunyai pekerjaan tetap.

Ria Irawan dikhabarkan sakit dan kini tinggal di rumah ibunya, Ade Irawan artis terkenal era tahun 70-an. Selain terserang gejala thypus berat badannya pun menyusut 5 kg. Sebulan pasca musibah yang menimpanya, Ria Irawan masih mengalami trauma dengan kematian Aldi sang kekasih, yang meninggal di rumah Ria akibat over dosis dalam mengkonsumsi obat-obatan.

Muthia Datau dikenal sebagi penjaga gawang dan pesepakbola wanita Indonesia era tahun 80-an. Setelah berkeluarga dan berumah tangga Muthia dikaruniai 3 orang anak laki-laki. Muthia menggantungkan sepatu bolanya dan konsentrasi ke pekerjaannya sebagai manajer operasional Nusa Bank. Muthia Datau dikenal luas setelah terpilih menjadi runner up None Jakarta tahun 1976. Muthia Datau lahir 12 Agustus 1959 berdarah campuran Gorontalo-Lampung. Diperistri oleh bintang film ganteng Herman Felani setelah keduanya dipertemukan pada film yang sama yaitu film “Malu-Malu Kucing”

Harry Roesli yang dikenal sebagi musisi nyentrik asal Bandung terkenal lagu-lagunya yang berisi kritik sosial juga pimpinan dari DKSB Band (Depot Kreasi Seni Bandung). Harry Roesli tampil di sinetron yang tayang di salah satu televisi swasta yang berjudul “None” garapan sutradara film terkenal Putu Wijaya. Dua kali tampil di sinetron tersebut berperan sebagai seorang perampok dan sangat menyenangi aktingnya. Harry Roesli merupakan cucu dari sastrawan terkenal Indonesia yaitu Marah Roesli.

Rinto Harahap dikenal sebagi seorang musisi, penyanyi dan pencipta lagu. Rinto dilahirkan di Sibolga, Sumatera Utara pada 10 Maret 1949 sebagai anak ke-3 dari 6 bersaudara keluarga James Harahap. Namanya tersohor sebagai pecipta lagu-lagu Pop Indonesia berirama melankolis. Sebelumnya dikenal sebaga pentolan band The Mercy’s yang bubar pada tahun 1975. Kemudian Rinto mendirikan sebuah band yang diberi nama Lolypop Group dan terkenal. Selanjutnya mendirikan industrinya rekaman musik PT Lolypop Records. Rinto banyak menciptakan lagu-lagu hits dan mencetak penyanyi-penyanyi cantik menjadi terkenal.

Penyanyi-penyanyi terkenal itu diantaranya Iis Sugianto, Betharia Sonatha, Nia Daniaty dan sederet nama populer lainnya. Karena selalu menciptakan lagu-lagu melankolis dan cengeng. Di era tahun 80-90an ada ungkapan “Tampang Rambo tapi hatinya Rinto” untuk menggambarkan melankolisnya seseorang yang berwajah seram.

Ratu Noor merupakan isteri dari Raja Hussein dari Yordania. Yordania dikenal sebagai bagian dari perjalanan panjang sejarah dari Kemaharajaan Mesir Kuno, AsSyura, Babilonia, Yunani, Romawi, Bizantium dan Persia. Ratu Noor lahir di Amerika Serikat dengan nama aseli Elizabeth Najeeb Hallaby, merupakan seorang arsitektur wanita lulusan Universitas Princeton, Amerika Serikat. Merupakan isteri ke-2 Raja Hussein setelah permaisuri nya meninggal dunia karena kecelakaan pesawat terbang. Ratu Noor menikah dengan Raja Hussein pada 15 Juni 1978 ketika mengadakan penelitian di Universitas Amman, Yordania dan Raja Hussein tertarik dengan kecantikan Ratu Noor. Ratu Noor pernah menggelar pameran hasil karya-karyanya di Jepang, Jerman, Inggris dan Austria dengan thema “Rute Para Raja, 9.000 Tahun Seni dan Budaya di Yordania.

Musisi dan penyanyi kelompok band The Police, Sting mengadakan konser musik di Jakarta. Sting yang bernama asli Gordon Matthew Summer sukses besar pada pertujukan konsernya. Sting mengajak ribuan penonton bergoyang menyanyikan lagu-lagu sejak era The Police hingga albumnya yang terakhir Ten Summoners Tales. Sting hadir dengan melodi yang sangat menghanyutkan suasana, seperti lagu Fields of Gold. Musik Sting dianggap masterpiece, karena melodi dan liriknya sangat kuat.

Sting menghadirkan lagu-lagu yang membius penonton Jakarta. Lagu-lagu If I Ever Lose, My Faith, Every Breath You Take. Penonton ikut menyanyikan lirik-lirik lagu yang dibawakan oleh Sting, seperti Sister Moon, Englishman in New York dan Roxanne tembang kojo andalan Sting. All For Sting but Sting not for All.

Semoga dengan mengulas dan membaca kembali majalah lawas Jakarta Jakarta bisa membuka kembali kenangan lama dari para pesohor tanah air dan mancanegara. *

*Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, penerima Penghargaan PWI Jawa Barat 2023 kategori pelestari media massa nasional, bermukim di Tanjungwangi, Kabupaten Subang,  Jawa Barat.

Leave a Response