Kolom Sosial Politik

Mang Ihin WAFAT

35views

 

Oleh Ridhazia

“Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun Allohumaghfirlahu warhamhu wa afihi wafu’anhu”

Mantan Gubernur Jawa Barat Letjen (Purn) Solihin GP wafat dalam usia memasuki seabad, tepatnya 98 tahun. Sesepuh Tanah Sunda kelahiran Tasikmalaya tahun 1926 ini menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di RS Advent Bandung. Sebelumnya ia sempat stroke pada tahun 2017. Pernah ditengok secara khusus oleh Presiden Joko Widodo.

Sejak itulah pria yang dipanggil akrab sebagai Mang Ihin terbaring di rumahnya. Tetapi sesekali saja masih menerima tamu-tamu penting, terutama tokoh-tokoh politik dan kebudayaan. Terakhir bertemu dengan bakal calon presiden Ganjar Pranowo di rumahnya di Kawasan Dago Bandung.

Setiap pertemuan informal itu Sang Jenderal tidak pernah kehilangan kebiasaan bercandanya. Bahkan suatu saat sempat memamerkan kemesraan ketika dirawat sekamar bersama istrinya Maryam Harmain. Keduanya berfoto berpegangan tangan meski berbeda ranjang.

Dekat Pak Harto

Kasundaan Mang Ihin tak pernah pudar meski ia menjadi tokoh nasional. Sebagai militer ia juga sangat cair dalam komunikasi dengan siapa pun. Bahkan dengan Presiden Soeharto. Penguasa Orde Baru diajak  ke Baduy  mandi di sungai dan menyaksikan tradisi kekebalan Debus.

Sosok merakyat ini termasuk cemerlang. Selain menjadi Gubernur Jawa Barat (1970-1975) ia juga jenderal. Karir militernya dimulai sebagai komandan TKR Bogor selama pra-kemerdekaan. Kemudian bergabung ke Divisi Siliwangi.

Karirnya menanjak sejak masuk Sekolah Staf Komandan Angkatan Darat, (1954), dilanjutkan US Army Infantry School, (1957). Posisi lain yang pernah diemban antara laim menjadi Panglima Kodam XIV/Hasanuddin (1965-1968), Gubernur Akabri Umum dan Darat, (1968-1970).

Selama Orde Baru pernah sebagai Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan (1977-1992), anggota Dewan Pertimbangan Agung (1992-1997) Juga anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (1998).

Selepas pensiun, ia memilih menjadi tokoh kebudayaan Sunda. Selain tokoh lingkungan hidup. Bahkan ia sangat serius dengan kesukaan pada mobil tua dan klasik yang menyelematkan mobil dinas warisan Presiden Sukarno yang hampir saja dijual ke luar negeri sekitar tahun 1987. Berdasarkan sejarahnya mobil Kepresidenan pertama yang dimiliki Indonesia merupakan model Buick Limited 8 produksi 1939 buatan Amerika Serikat. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response