Kolom Sosial Politik

Lupa Menghitung

79views

 

Oleh: Ridhazia

PERNYATAAN  Presiden Prabowo Subianto yang menyebut 10 + 6 = 17 saat berpidato di Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI pada 10 Juni 2026 menjadi viral.

Setelah momen itu, banyak perhitungan Presiden yang juga keliru. Entah itu angka perkalian, pertambahan, pengurangan hingga pembagian.

Lumrah

Padahal kesalahan Presiden dalam menghitung sebagai sesuatu yang lumrah. Terlebih pada seseorang yang sudah lansia lebih 70 tahun.

Menurut penelitian psikologi kognitif mengenai penuaan (cognitive aging) seperti pernah dilakukan oleh Timothy Salthouse (1985) bertambahnya usia signifikan pada penurunan memori di otak.

Hal itulah yang membuat kemampuan mengungat pun lebih lambat dan terbatas. Apalagi harus mengolah banyak angka sebagai konsekuensi kapasitas otak semakin terbatas.

Gangguan kognitif ini pula yang membuat lansia seperti saya menjadi lebih sering lupa, mudah bingung, atau sulit berkonsentrasi. Setidaknya nutuh waktu lebih lama untuk membuat keputusan atau memecahkan masalah.

Hasil Penelitian

Melalui studi neurosains secara longitudinal terhadap ribuan penduduk di berbagai benua yang berusia 18 hingga 60 tahun ditemukan bukti bahwa kecepatan berpikir (processing speed), memori spasial, dan penalaran sudah mengalami penurunan awal sejak seseorang menginjak usia 22 hingga 30 tahun

Sedangkan berdasarkan penelitian Archana Singh-Manoux beserta tim risetnya dari University College London (UCL) Inggris kalau penurunan kognitif penurunan fungsi otak secara signifikan pada usia paruh baya, usia antara 45-49 tahun.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response