Kesehatan

Komisi PBB Anggap Ganja Tak Berbahaya, Ini Manfaat Medisnya

142views

KOMISI PBB untuk Narkotika (CND) menghapuskan ganja dari kelompok narkotika berbahaya pada Desember 2020 silam. Sebelumnya, ganja masuk kategori berbahaya bersama obat-obat lainnya, seperti heroin. Dari 53 negara anggota CND, 27 di antaranya mendukung dihapuskannya ganja dari kategori narkotika berbahaya. Sementara, 25 lainnya menentang dan satu anggota abstain.

Keputusan tersebut dianggap membuka pintu untuk lebih mengenal potensi pengobatan dan terapi ganja melalui berbagai penelitian. Dalam dosis tertentu, penggunaan ganja diyakini bisa bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat ganja untuk kesehatan, di antaranya:

  1. Mengurangi Nyeri

Ganja biasanya digunakan sebagai penghilang nyeri kronis. Jenis nyeri yang dimaksud, misalnya nyeri saraf atau penyakit multiple sclerosis (gangguan saraf otak dan tulang belakang).

  1. Mencegah Kejang akibat Epilepsi

Dalam beberapa penelitian, fungsi ganja dapat mengontrol kejang. Soalnya, senyawa kimia dalam ganja, yaitu cannabidiol dapat menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan menciptakan perasaan relaks. Pada tahun 2018, Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat menyetujui penggunaan obat yang mengandung cannabidiol untuk terapi kondisi epilepsi langka, yaitu Lennox-Gastaut syndrome dan Dravet syndrome. Cannabidiol sendiri bukan termasuk zat psikoaktif. Obat berbasis cannabidiol mengandung cannabidiol yang dipurifikasi (dimurnikan).

  1. Mencegah Glaukoma

Ganja dianggap dapat mencegah dan mengatasi glaukoma. Glaukoma adalah penyakit yang membuat tekanan pada bola mata meningkat. Kondisi ini bisa merusak saraf penglihatan hingga menyebabkan kebutaan. Nah, manfaat tanaman ganja efektif mengurangi tekanan bola mata penderita glaukoma.

  1. Melawan Mual dan Muntah

Kemoterapi adalah prosedur pemberantasan sel kanker menggunakan obat-obatan. Kemoterapi bisa menimbulkan efek samping, berupa mual dan muntah. Kegunaan ganja untuk medis diketahui bisa melawan mual dan muntah akibat efek samping kemoterapi.

  1. Memperlambat Perburukan Alzheimer

Dalam proses terjadinya Alzheimer, ada beberapa enzim yang terbentuk dan menyebabkan plak di otak. Ganja diyakini dapat menghalangi terbentuknya plak di otak. Pada gilirannya, manfaat ini bisa memperlambat perburukan penyakit Alzheimer. 

  1. Mengatasi Depresi 

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan jurnal Clinical Psychology Review, manfaat ganja bagi kesehatan mental bisa mengatasi depresi, post-traumatic stress disorder (PTSD)dan ansietas. Meski begitu, tidak semua orang dengan masalah psikologis bisa menggunakan ganja. Pada pengidap gangguan bipolar dan psikosis, penggunaan ganja justru dapat memperparah gejala.

  1. Mengatasi Ketergantungan Alkohol dan Opioid 

Menurut riset yang dimuat jurnal Clinical Psychology Review, manfaat ganja bisa membantu mengatasi ketergantungan alkohol dan opioid. Sayangnya, penggunaan ganja justru dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan dan ketergantungan ganja itu sendiri. Meski terdapat bukti mengenai manfaat ganja untuk mengatasi beberapa penyakit, dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mengkaji efektivitas penggunaan ganja untuk terapi medis.

Sebab, ganja juga bisa menimbulkan efek samping, seperti meningkatkan risiko mengalami psikosis, penyakit saluran pernapasan, gangguan belajar, gangguan kognitif, dan kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Karena itu, jaga kesehatan   dengan tidak menyalahgunakan ganja dan narkotika jenis apa pun. Apabila Anda punya pertanyaan seputar dampak buruk penggunaan narkoba, tanyakan langsung lewat fitur tanya dokter online di KlikDokter. Anda juga bisa mengikuti informasi lengkap seputar kesehatan terkini dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.*(Nesia Qurrota Ayuni/KlikDokter.com)

Leave a Response