Kesehatan Wanita

Kenali 11 Penyebab Miss V Rasa Terbakar

209views

VAGINA untuk selanjutnya kita sebut dengan sebutan Miss V. Mungkin Anda sebagai wanita ada yang pernah organ intimnya, selain gatal juga terasa panas seperti terbakar. Memang hal itu bisa dibilang cukup umum terjadi. Selain menimbulkan ketidaknyamanan, rasa panas itu menandakan adanya penyakit pada Miss V Anda. Nah, kenapa Miss V bisa terasa panas? Ada beragam penyebab Miss V terasa panas, mulai dari iritasi, lecet, infeksi akibat jamur dan bakteri, dan sebagainya. Agar lebih paham, yuk kenali lebih jauh penyebab Miss V gatal seperti terbakar berikut ini:

  1. Iritasi 

Penyebab Miss terasa panas bisa karena iritasi. Hal ini terjadi karena gesekan antara kulit Miss V dengan benda tertentu, seperti  sabun mandi, sabun Miss V, mainan seks, dan sebagainya. Jenis iritasi vagina yang bisa kamu alami adalah dermatitis kontak. Selain memicu rasa terbakar, gejala dermatitis kontak menimbulkan rasa gatal, kemerahan, dan nyeri. Iritasi Miss V bisa dicegah dengan menghindari bahan-bahan yang bisa menyebabkan iritasi, terutama wewangian. Dalam beberapa kasus, iritasi Miss V mungkin pula diatasi menggunakan obat-obatan tertentu.

  1. Vaginosis Bakterialis

Bacterial vaginosis (BV) terjadi ketika ada terlalu banyak jenis bakteri di Miss V Anda. Bakteri ini nantinya akan memengaruhi keseimbangan pH normal area kewanitaan.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, BV adalah infeksi Miss V paling umum yang menjangkiti wanita berusia 15-44 tahun. Menderita BV dapat meningkatkan risiko penyakit menular seksual. Gejala BV yang bisa dikenali adalah rasa terbakar di organ intim. Keluhan ini juga bisa muncul ketika buang air kecil. Selain rasa terbakar, terdapat beberapa gejala lain yang bisa menjadi tanda vaginosis bakteri, seperti nyeri, gatal, bau amis, dan keputihan tidak normal.

  1. Infeksi Jamur 

Infeksi Miss V yang disebabkan oleh jamur dapat menyebabkan sensasi terbakar. Kondisi ini disebut pula sebagai kandidiasis. Gejala kandidiasis bermacam-macam, seperti rasa terbakar, gatal, sakit saat berhubungan seks dan buang air kecil, keluar cairan dari Miss V, dan sebagainya. 

  1. Infeksi Saluran Kemih 

Infeksi saluran kemih (ISK) kemungkinan akan menimbulkan rasa terbakar pada Miss V saat buang air kecil. Tidak hanya itu, gejala ISK juga meliputi sering buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, muncul darah pada urine, dan sakit perut bagian bawah. Jika mengalami infeksi saluran kemih, dokter biasanya meresepkan antibiotik. Secara umum, infeksi akan hilang dalam waktu sekitar lima hari setelah pengobatan dimulai.

  1. Trikomoniasis

Penyebab daerah Miss V terasa panas berikutnya adalah trikomoniasis. Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual akibat parasit Trichomonas vaginalis. Penularannya terjadi dari satu orang ke orang lain selama berhubungan seksual. Gejala trikomoniasis dapat meliputi sensasi terbakar, gatal, kemerahan, dan nyeri saat buang air kecil.

  1. Gonore

Gonore terjadi ketika bakteri Neisseria gonorrhoeae menginfeksi selaput lendir, seperti leher rahim, rahim, dan saluran tuba. Gonore biasanya ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang sedang terinfeksi. Kondisi ini bisa terjadi pada Wanita berusia 15-24 tahun.

  1. Chlamydia

Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Biasanya penyakit ini ditularkan melalui kontak seksual. Menurut data CDC, setidaknya 70 persen orang dengan klamidia tidak mengalami gejala. Namun, ketika gejalanya muncul, penderitanya akan mengalami sensasi panas, gatal, volume keputihan meningkat, serta sakit saat berhubungan seks dan buang air kecil. Karenanya, chlamydia dikenal pula sebagai silent infection. Klamidia biasanya diatasi dengan pemberian antibiotik. Konsultasikan kepada dokter mengenai dosis yang tepat, ya!

  1. Herpes

Herpes genital disebabkan oleh kontak kulit dengan orang yang memiliki virus herpes. Wanita dinilai lebih rentan terhadap infeksi ini dibanding pria. Begitu seseorang terjangkit virus herpes, virus ini akan berada di dalam organ intim. Virus mungkin tidak mengembangkan tanda atau gejala apa pun sampai ia menjadi aktif. Ketika virus herpes aktif, penderitanya akan mengalami sensasi terbakar, gatal hebat, organ intim bengkak, rasa sakit pada Miss V, terutama saat buang air kecil, dan keputihan. Luka dan kemunculan bintik juga bisa dialami wanita pengidap herpes. Gejala herpes masih bisa diatasi dan dicegah dengan obat antivirus.

  1. Menopause

Menopause adalah kondisi berhentinya siklus menstruasi wanita secara alami. Menopause juga bisa menjadi penyebab Miss V terasa terbakar. Umumnya, rasa panas pada Miss V akibat menopause hanya terjadi sementara dan tidak berbahaya.

  1. Alergi Kontak Kelamin

Sistem kekebalan beberapa wanita bisa menjadi hipersensitif terhadap zat tertentu. Zat-zat ini, dapat menyebabkan iritasi alergi ketika bersentuhan dengan Miss V. Contoh zat yang dimaksud, yaitu air mani, cairan pada kondom, dan sebagainya. Jika mengalami alergi kontak kelamin, konsultasikan dengan dokter untuk pengobatan yang tepat.

  1. Lichen Sclerosus 

 Lichen sclerosus disebabkan peradangan jangka panjang pada kulit. Menurut studi yang dimuat International Journal of Women’s Health, kondisi ini umumnya terjadi pada area kelamin. Nyeri pada vulva (bagian luar organ seksual wanita) adalah salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan. Selain itu, sering muncul keluhan gatal pada kelamin pengidap lichen sclerosus. Jika diamati, akan terlihat lesi berwarna putih pada area kelamin.

Kondisi ini tidak dapat disembuhkan. Namun, bisa dikontrol gejalanya agar tidak menyebabkan perburukan melalui terapi. Bila Miss V Anda terasa panas ataupun mengalami keluhan lainnya pada organ kewanitaan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Konsultasi lebih mudah dan cepat bisa melalui fitur Live Chat KlikDokter. Untuk tahu informasi seputar kesehatan kelamin, silakan Anda unduh aplikasi KlikDokter, ya!***(Penulis: dr. Sara Elise Wijono, MRes/KlikDokter.com)

Leave a Response