Nasional

Jutaan Kompor Gas dan gas Elpiji 3kg Bersubsisi Bakal ‘Nganggur’

193views

         

  Jakata. BANDUNGPOS.ID (22/9/22) – Pemerintah ngotot akan mengganti kompor gas dan gas elpiji 3kg dengan kompor listrik, alasanya pengguna kompor gas dan tabung gas 3 kg bersubsidi tidak tepat sasaram. Tabung gas 3kg  yang ada tike line Untuk Rakyat Miskin  sekadar selogan, rakyat golongan mampu banyak yang menggunakan gas bersubsidi tersebut.  Pemerintah memastikan memberikan paket kompor listrik kepada 300.000 penerima. Adapun paket tersebut diberikan secara gratis sebagai implementasi dari program konversi kompor yang menggunakan elpiji 3 kg ke kompor listrik. Karenanya, jutaan Kompos gas dan tabung gas 3 kg (melon) diprediksi bakal nganggur.

Sekjen Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, paket kompor listrik diberikan kepada masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).   Satu paket terdiri dari kompor listrik dua tungku, satu alat masak, dan satu miniature circuit breaker atau MCB. Satu paket kompor listrik siap pakai itu nilainya seharga Rp 1,8 juta.

“Rencananya tahun ini 300.000 (penerima). Jadi satu rumah itu dikasih satu paket, kompornya sendiri, alat masaknya sendiri, dana dayanya dinaikin,” ujar Rida, kepada awak media. Paket kompor listrik seharga Rp 1,8 juta terbilang mahal. Namun, menurut Rida, hal itu wajar karena tiap tungku berukuran 800 watt, tetapi nantinya salah satu tungku akan dinaikkan menjadi di atas 1.000 watt.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, setidaknya terdapat beberapa manfaat jika program ini dijalankan dengan benar.   Peningkatan daya salah satu tungku kompor listrik itu yang membuat nilai paket diperkirakan mencapai Rp 2 juta per rumah tangga miskin. Adapun peningkatan daya bertujuan agar waktu memasak menjadi lebih cepat.

Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk mendorong keinginan masyarakat menggunakan kompor listrik, pemerintah akan menjamin keselamatan dan kemudahan penggunaannya. Nantinya, uji coba penggunaan kompor listrik ini pun akan dievaluasi secara berkala.”Uji coba ini yang akan kita evaluasi sampai Oktober-2022. Uji Coba akan dilakukan di Wilayah Kota Solo. **(rm/bp)

 

Leave a Response