Kesehatan

Jenis-jenis Depresi yang Perlu Anda Tahu

347views

Oleh: Iswan Saputro, M.Psi., Psikolog

DEPRESI adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan dan kehilangan kesenangan atau minat dalam melakukan sesuatu. Jenis depresi pun ada berbagai macam. Beberapa penyebab depresi adalah pengalaman traumatis, kehilangan sesuatu yang penting (seseorang atau pekerjaan), gangguan hormon, gangguan kimia pada otak, kecanduan alkohol atau narkoba, dan kepribadian yang sulit mengatasi masalah.

Menurut data WHO tahun 2021, sekitar 280 juta penduduk dunia berjuang dengan depresi. Gangguan mental ini memang tidak sepele dan berdampak buruk pada kehidupan sehari-hari. Mirisnya, ratusan ribu orang meninggal akibat bunuh diri karena depresi.

Di Indonesia, gangguan mental yang paling banyak diderita usia produktif adalah depresi, gangguan kecemasan, dan skizofrenia. Perempuan memiliki risiko lebih besar mengalami depresi dibandingkan laki-laki. Meski kamu merasa sangat sedih atau tidak semangat, bukan berarti pasti mengidap depresi. Jangan buat self-diagnosis lewat info-info yang berseliweran, diagnosis depresi hanya ditentukan oleh psikolog dan psikiater. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), jenis-jenis depresi dibedakan berdasarkan penyebabnya.

Berikut macam-macam depresi yang perlu kamu ketahui dan sadari gejala umumnya:
1. Disruptive Mood Dysregulation Disorder
Gangguan mood ini ditandai dengan adanya ledakan amarah (temper outburst) dalam bentuk:

• Verbal: Menghina, memaki, dan sebagainya
• Perilaku: Memukul, membanting, dan sebagainya

Perilaku-perilaku tersebut terjadi di luar kendali dan tidak wajar secara durasi atau situasinya.
2. Major Depressive Disorder
Tipe depresi berat ditandai dengan sedih berkepanjangan dan kehilangan minat atau kesenangan dalam melakukan sesuatu, minimal selama kurang lebih dua minggu. Gangguan depresi berat diikuti dengan:

• Penurunan nafsu makan
• Gangguan tidur
• Kegelisahan
• Merasa lelah sepanjang hari
• Merasa tidak berharga dan bersalah
• Sulit mempertahankan konsentrasi
• Pikiran untuk bunuh diri

3. Persistence Depressive Disorder (Dysthymia)
Gejala distimia adalah perasaan sedih berkepanjangan (depressed mood) yang dirasakan setiap hari dan berlangsung setidaknya minimal selama dua tahun. Distimia juga diikuti gejala-gejala gangguan depresi berat yang berlangsung dua tahun lamanya.

4. Premenstrual Dysphoric Disorder
Pada siklus menstruasi, muncul gejala-gejala depresi pada minggu terakhir sebelum menstruasi selesai. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan gejala pada beberapa hari menstruasi dan menurun atau menghilang setelah menstruasi berakhir.

Gejala-gejala umum yang terjadi, yaitu

• Mood swings
• Perasaan mudah marah
• Meningkatnya konflik interpersonal
• Merasa tidak berharga atau tidak memiliki harapan
• Merasa cemas seperti terpojok
5. Substance/Medication-Induced Depressive Disorder
Gejala-gejala depresi muncul selama masa pengobatan atau mengonsumsi obat (kokain, opium, halusinogen, amphetamine, dan sebagainya). Jenis depresi ini juga bisa diderita orang yang berusaha lepas dari kecanduan obat, alkohol, atau pengobatan tertentu.

6. Depressive Disorder Due to Another Medical Condition
Gejala-gejala depresi dialami dalam masa pengobatan. Diagnosis tipe depresi ini perlu didukung dengan pemeriksaan fisik, tes laboratorium, atau analisis riwayat penyakit (stroke, kanker, infeksi, parkinson, dan sebagainya) yang berhubungan langsung dengan munculnya gejala-gejala depresi.

7. Other Specified Depressive Disorder
Jenis depresi ini tidak termasuk dalam panduan diagnosis sebelumnya, namun gejala-gejala depresi tetap banyak muncul. Diagnosisnya dapat diberikan kepada orang dengan gejala depresi kuat namun pada episode atau jangka waktu kurang dari 2 minggu (4-13 hari).

8. Postpartum Depression
Postpartum depression adalah gangguan depresi yang muncul setelah kelahiran bayi. Penyebab postpartum depression adalah kondisi baby blues yang tidak tertangani dengan baik, sehingga menyebabkan gejala-gejala depresi. Postpartum depression dapat dialami ibu atau ayah. Karena, kelahiran bayi tergolong situasi yang mengubah hidup secara drastis.

9. Seasonal Affective Disorder
Tipe depresi ini ditandai dengan munculnya gejala-gejala depresi pada musim tertentu secara berulang. Misalnya, Anda merasakan gejala-gejala depresi pada musim panas (summer), namun pada musim dingin (winter) gejala-gejala depresi tersebut menurun atau menghilang.

10. Major Depressive Disorder with Psychotic
Gangguan depresi ini diikuti gejala psikotik, yaitu:

• Halusinasi, gangguan persepsi ketika orang yang mengalaminya merasakan sesuatu dari pancaindranya namun kenyataannya tidak ada
• Delusi, keyakinan irasional atau tidak nyata yang menetap terhadap dirinya atau lingkungan sekitarnya

Kalau Anda atau orang terdekat ingin memastikan kondisi mental yang dirasakan, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan pemahaman tentang gejala dan macam-macam depresi.**(Sumber: KlikDokter.com)

 

Leave a Response