Keluarga

Hindari Kebiasaan Bertengkar di Depan Anak

196views

PERTENGKARAN yang dipicu oleh perbedaan pendapat dalam rumah tangga memang kadang sulit dihindari. Namun, sebesar apa pun konflik yang sedang Bunda dan Ayah hadapi, hindari bertengkar di depan Si Kecil, karena hal tersebut bisa membawa dampak yang negatif pada kondisi fisik maupun psikologisnya.

Pertengkaran orangtua bisa bermacam-macam bentuknya, seperti melempar makian, bertengkar secara fisik, bahkan sekecil saat Bunda dan Ayah tidak saling berbicara atau bertegur-sapa. Nah, semua bentuk pertengkaran ini tetap dapat membawa dampak yang buruk bagi kondisi Si Kecil lho, Bunda, Ayah.

Dampak Bertengkar di Depan Anak

Kebiasaan bertengkar di depan anak dapat membuatnya merasa takut, khawatir, tidak aman, dan stres di rumahnya sendiri. Pasalnya, perlu Bunda dan Ayah ketahui, rasa aman yang dirasakan anak ternyata dipengaruhi oleh seberapa baik atau kuatnya hubungan orangtua, lho. Bila dibiarkan, pertengkaran Bunda dan Ayah dapat meningkatkan risiko Si Kecil mengalami:

• Sakit kepala
• Sakit perut
• Gangguan tidur
• Gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia
• Stres, cemas, dan depresi
• Berkurangnya rasa percaya diri
• Penurunan prestasi di sekolah
• Penyalahgunaan obat-obatan terlarang

Hal yang Sebaiknya Bunda dan Ayah Lakukan

Pertengkaran di dalam hubungan suami-istri tentu bisa saja terjadi. Namun ketika berselisih paham, sebisa mungkin selesaikan masalah tersebut di ruangan atau di tempat yang jauh dari jangkauan pengamatan Si Kecil. Jika kondisi di luar rumah tidak memungkinkan, Bunda dan Ayah bisa berdebat di dalam kamar setelah Si Kecil tidur. Jika Si Kecil terlanjur melihat pertengkaran Bunda dan Ayah, sebaiknya segera jelaskan kepadanya, bahwa perbedaan pendapat di antara orangtua itu wajar dan hal ini akan diselesaikan dengan baik.

Kemudian, jika pertengkaran yang terjadi membuat Bunda dan Ayah tidak saling bertegur-sapa, jelaskan kepada Si Kecil, bahwa orang dewasa membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sejenak setelah bertengkar. Yakinkan Si Kecil, bahwa semua akan baik-baik saja. Walaupun beberapa anak mungkin bisa mengerti tentang pertengkaran orangtua, Bunda dan Ayah tetap saja tidak boleh bertengkar di depan Si Kecil, ya.

Ingatlah, setiap masalah rumah tangga sebenarnya bisa diselesaikan dengan baik, asal Bunda dan Ayah bisa tenang dan berpikir jernih dalam menghadapinya. Bila perlu, mintalah bantuan psikolog yang biasa menangani konseling rumah tangga, untuk menyelesaikan konflik yang sedang Bunda dan Ayah hadapi.**(Artikel di atas sudah ditinjau oleh: dr. Airindya Bella/Sumber: Alodokter.com)

Leave a Response