Pariwisata

Hadiri Dies Natalis Politeknik Negeri Medan Menparekraf Dukung Penciptaan SDM Pariwisata Berkualitas dan Berdaya Saing

197views

MEDAN, BANDUNGPOS.ID – Menparekraf Sandiaga Uno saat hadir dalam Dies Natalis Politeknik Negeri Medan ke-40, Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/9/2022) mendukung terciptanya sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing di Kota Medan untuk mendukung pengembangan salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), yakni Danau Toba.

“Di sini ada 7.500 mahasiswa dan 800 lebih dosen dan pegawai administrasi, semoga ini menjadi kekuatan agar SDM kita bisa unggul berdaya saing dan mampu menciptakan 1,1 juta lapangan kerja di sektor parekraf pada tahun 2022. Terlebih Medan ini dekat dengan Danau Toba yang menjadi destinasi prioritas kita,” ujarnya.

Indonesia saat ini menjadi acuan negara-negara di dunia, tentang menangani pandemi dan kebangkitan ekonomi di sektor pariwisata. Terbukti gelaran World Tourism Day (WTD) pada 28 September 2022 nanti akan digelar di Bali yang menjadi penyelenggaraan World Tourism Day pertama di Indonesia,” ungkap Sandiaga.

“Kita juga berhasil lompat 12 peringkat di TTCI melampaui Malaysia, Thailand, dan Vietnam untuk pertama kalinya. Kebangkitan kita bukan lagi kebangktian berupa angka-angka tapi yang berpusat pada SDM berbasis masyarakat, berkelanjutan, inklusif, dan berdampak langsung pada pembukaan lapangan kerja,” ujarnya.

Selain itu, Menparekraf Sandiaga mengatakan, Kemenparekraf/Baparekraf, memiliki enam Politeknik Pariwisata yaitu Politeknik Pariwisata Medan, Politeknik Pariwisata Palembang, Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Politeknik Pariwisata Bali, Politeknik Pariwisata Lombok, dan Politeknik Pariwisata Makassar.

Di setiap Poltekpar, kata Sandiaga, ada kegiatan khusus yang didedikasikan untuk merayakan WTD 2022 seperti penghijauan, bersih sungai, pagelaran budaya, seminar internasional, gotong royong membersihkan objek wisata, dan lan-lain.

“Sudah saatnya untuk menjadi pariwisata yang berbasis masyarakat, berkelanjutan, inklusif, dan berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Indonesia saat ini tidak lagi mengejar angka kunjungan wisatawan, namun fokus mendorong pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism),” ujarnya.(ask/bp)

 

Leave a Response