Pendidikan

Guru Wajib Hijrah Literasi  

320views

Oleh: Riyan Rosal Yosma Oktapyanto, M.Pd

Sejarah hijrah ini bagi umat Islam haruslah dimaknai bukan hanya perpindahan fisik Rasulullah dan para sahabatnya dari suatu tempat ke tempat yang lain atau yang sering disebut hijrah makani. Hijrah Rasul ini bertujuan untuk mencari tempat yang lebih aman, damai, dan kondusif untuk membina umat dan mengembangkan dakwah illahi. Sebagai pendidik kita harus memaknai hijrah ini lebih dari hijrah makani namun harus dimaknai lebih mendalam. Pemaknaan yang mendalam itu salah satunya berupa hijrah maknawi.

Hijrah maknawi adalah sebuah hijrah yang berarti perubahan dari sebuah makna atau arti mendalam bukan hanya fisik tapi nonfisik.  Bisa kita artikan hijrah maknawi sebagai perubahan karakter, mental, pikiran dan spiritual. Guru sebagai pendidik dan pengajar harus memaknai hijrah bukan secara fisik belaka namun secara non fisik. Tugas guru Indonesia yaitu seperti diamanatkan pembukaan UUD 1945 yang berbunyi:…”mencerdaskan kehidupan bangsa…”. Para guru haruslah menjadi agen pencerdas kehidupan bangsa. Salah satu tugas pencerdasan bangsa ini adalah guru harus menjadi insan literat dan menyebarkan gerakan literasi.

Beberapa tahun yang lalu menjadi tahun-tahun dimana digembor-gemborkannya Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) oleh berbagai pihak. GLN dan GLS ini dipelopori oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan RI yang di instruksikan mulai dari dinas pendidikan dan kebudayaan tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai tingkat sekolah.  Namun sekarang pada masa paska  pandemic  COVID-19 terasa mulai pudar gerakan tersebut. Guru seharusnya tetap bergerak melanjutkan gerakan ini sebagai agen pencerdas kehidupan bangsa walau dalam keadaan apapun.

Momen tahun baru hijriyah 1444 H ini seharusnya menjadi momen menbangkitkan kembali gerakan literasi ini. Para guru haruslah menjadi agen hijrah literasi bagi dirinya maupun murid-muridnya. Seperti yang dikatakan KH Abdullah Gymnastiar atau yang lebih akrab disapa Aa Gym berkata jika ingin merubah suatu kondisi maka: “Mulailah  dari hal yang kecil, mulailah dari diri sendiri, dan mulailah dari saat ini juga!”.  Guru harus kembali hijrah literasi saat ini juga.

Tahun hijrah  harus menjadi momentum kebangkitan para guru dan para muridnya untuk kembali menggelorakan minat membaca buku, menulis karangan, menulis buku, diskusi buku, pameran hasil literasi anak, mengamalkan isi buku, dan kegiatan literasi lainnya. Mari  hijrah literasi agar cita-cita  membentuk Generasi Emas Indonesia di tahun 2045 tercapai!

*Penulis adalah Guru SDN Dahniar Kab. Bandung. Juga Penulis Buku “Ecoliteracy: Literasi dasar yang terlupakan

 

Leave a Response