Bandung Raya

Gedung Merdeka Akan Dipugar, Kenapa?

214views

GEDUNG Merdeka dibangun pada tahun 1895. Gedung bersejarah ini dulunya
merupakan warung kopi.

Namun warung kopi ini bukan sembarang warung kopi. Gedung ini merupakan tempat berkumpulnya para saudagar asal Negeri Kincir Angin.

Pada 1920 hingga 1928, gedung direnovasi dan kemudian dikenal dengan nama gedung Concordia yang didirikan oleh Perkumpulan Societeit Concordia sebagai tempat hiburan dan sosialisasi.

Setiap sore dan akhir pekan (weekend), gedung ini ramai dikunjungi pemilik perkebunan tanaman teh, karet, dan kina.

Saat Jepang berkuasa di Indonesia kurun waktu 1942-1945, nama Gedung Concordia berganti menjadi Dai Toa Kaikan. Tentara Jepang menggunakannya sebagai tempat pertemuan.

Setelah Jepang kalah dari sekutu, Gedung Concordia digunakan sebagai pusat pemerintahan Kota
Bandung.

Presiden Soekarno menggati nama gedung ini menjadi Gedung Merdeka dan pada
1955 gedung ini dijadikan tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika.

Saat ini di area dalam gedung terdapat juga museum Konferensi Asia Afrika.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 1975 memutuskan (Diktum Kedua)
Menyerahkan Penggunaan, Pengurusan serta Pemeliharaan Gedung Merdeka di Jalan Asia
Afrika Bandung Kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Sertifikat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 210/M/ 2015 menyatakan Gedung Merdeka sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Nasional, Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 432/Kep.441-Disparbud/2021 tentang Penetapan Gedung Merdeka Sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Pada tahun ini di Gedung Merdeka akan diselenggarakan dua agenda besar, yaitu
Pembukaan Hari Museum Indonesia dan Festival Museum Indonesia, serta Pertemuan
MPR RI dengan mengundang Negara-Negara OKI se-dunia.

Kondisi gedung saat ini, terutama pada bagian sayap barat (Jalan Cikapundung) sangat
menghawatirkan.  Banyak yang mengalami kerusakan, terutama pada bagian rangka
atap, plafond, dinding dan bagian lainnya akibat faktor usia dan faktor lainnya.

Gedung Merdeka terakhir kali direnovasi besar-besaran  saat menjelang Peringatan 25 Tahun KAA Tahun 1980, sekaligus Peresmian Museum Konferensi Asia Afrika 24 April 1980.

Dalam rangka mempertahankan kondisi gedung agar tetap terjaga dengan baik serta dalam
rangka meningkatkan sarana dan prasarana Gedung Merdeka,  mulai awal bulan September hingga Desember 2022 akan dillaksanakan Pekerjaan Pemugaran Gedung Merdeka
melalui sumber dana APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2022.

Untuk pelaksanaan pekerjaan pemugaran ini telah mendapatkan Rekomendasi dari Tim
Ahli Cagar Budaya Kota Bandung melalui Surat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kota Bandung Nomor B/TU/4087/Disbudpar/VIII/2022 tanggal 22 Agustus 2022 Perihal
Surat Rekomendasi TACB Jalan Asia Afrika No.65.(adems/bp)

Leave a Response