Bandung Raya

FEB Unisba Dorong UMKM Mekarmanik Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal dan Digitalisasi Pemasaran

52views

CIMENYAN, bandungpos.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Bandung (Unisba) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen FEB Unisba memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, agar mampu meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperluas akses pasar.

Pelatihan yang digelar di GOR Desa Mekarmanik pada Sabtu (13/6/2026) tersebut mengangkat tema “Penguatan Produk Unggulan Mitra Berbasis Nilai-Nilai Islam dan Ekosistem Halal untuk Mendorong Ekonomi Berkelanjutan di Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah Pengabdian kepada Masyarakat yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Bandung Tahun Anggaran 2026. Program tersebut dirancang untuk membantu UMKM mengembangkan potensi usaha melalui peningkatan kompetensi, legalitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital.

Ketua Tim PkM FEB Unisba, Hantoro Ksaid Notolegowo, SE., M.A., mengatakan bahwa pendampingan difokuskan pada penguatan daya saing UMKM olahan pangan agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih kompetitif, memiliki legalitas yang memadai, dan mampu mengikuti perubahan pola pemasaran di era digital.

Menurut Hantoro, Desa Mekarmanik memiliki kekayaan komoditas pertanian dan produk olahan pangan yang berpotensi menjadi produk unggulan daerah apabila didukung dengan sertifikasi halal dan strategi pemasaran yang tepat.

“Desa Mekarmanik memiliki potensi komoditas agro dan olahan pangan lokal yang sangat besar. Melalui intervensi berbasis ekosistem halal dan pemanfaatan platform digital, kami ingin memastikan produk UMKM Mekarmanik tidak hanya unggul secara kualitas, tetapi juga memiliki kepastian legalitas halal serta jangkauan pasar yang luas,” ujarnya.

Program pendampingan dilaksanakan oleh tim dosen FEB Unisba yang terdiri atas Dr. Asnita Frida B.R. Sebayang, SE., M.Si., Dr. Nurfahmiyati, SE., M.Si., dan Ria Haryatiningsih, SE., M.T. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, yakni Refiansyah, Fathur Abdul Rohman, Fariha Salma Anabila, dan Cindy Kristika.

Empat materi utama disampaikan kepada peserta, meliputi prosedur pengajuan Sertifikasi Halal melalui SIHALAL, penyusunan Business Model Canvas (BMC), pengelolaan pencatatan keuangan sederhana, serta praktik penggunaan TikTok Shop dan Google Business Profile sebagai sarana pemasaran digital.

Sebanyak 14 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 11 pelaku UMKM olahan pangan, perwakilan Pemerintah Desa Mekarmanik, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan perwakilan Koperasi Rasagalor. Seluruh peserta mengikuti sesi pelatihan dan praktik dengan antusias.

Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tingkat pemahaman peserta terhadap pemasaran digital dan pengelolaan usaha meningkat hingga 100 persen, menandakan efektivitas metode pelatihan yang diterapkan.

Kepala Desa Mekarmanik, Nanang Suryana, S.IP., menyampaikan apresiasi kepada tim PkM Unisba atas kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim PkM LPPM Unisba atas kepeduliannya mendampingi para pelaku usaha di desa kami. Pelatihan ini memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat, mulai dari pentingnya jaminan produk halal hingga pemanfaatan TikTok Shop sebagai media penjualan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga UMKM Desa Mekarmanik semakin mandiri dan mampu menggerakkan perekonomian desa secara berkelanjutan,” kata Nanang.

Melalui program pendampingan ini, produk-produk olahan pangan unggulan Desa Mekarmanik diharapkan segera memperoleh sertifikasi halal, memiliki sistem pengelolaan usaha yang lebih profesional, serta mampu memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. (ask)***

Leave a Response