Nasional

Erick Thohir Masih Mengefisiensikan BUMN

211views

JAKARTA, BANDUNGPOST.ID – Menteri BUMN Erick Thohir sampai saat ini masih melakukan perubahan secara efisien di struktur Kementerian BUMN. Contohnya yang telah berjalan, yaitu pengurangan jumlah BUMN.

Terdata, jika sebelumnya jumlah BUMN mencapai 142 perusahaan, saat ini menjadi 107 perusahaan. Berkurangnya jumlah BUMN ini dikarenakan terbentuknya konsolidasi BUMN, hal tersebut yaitu sektor farmasi dan asuransi. Pada Rapat Kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI, Erick Thohir sebagai Menteri BUMN menyatakan, “Khususnya pada situasi pandemi Covid-19 merupakan saat yang tepat untuk melakukan restrukturisasi untuk memperkuat posisi BUMN baik posisi keuangan maupun posisi dalam industri. Dari 142 BUMN sekarang ini kita bisa tinggal 107 BUMN. Ini akan kita turunkan terus kalau bisa ke angka 80.”

Di sektor farmasi, Menteri BUMN  berhasil membuat holding BUMN Farmasi, misalnya PT Bio Farma (Persero) menjadi induk perusahaan. Di sisi lain anak perusahaannya adalah PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk.

Bukan hanya untuk efisiensi, holding ini memiliki tujuan memperkokoh kemandirian industri dan memperluas ketersediaan produk kesehatan.

Sementara untuk sektor asuransi, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau (BPUI) didapuk menjadi perusahaan utama dengan anak perusahaannya  PT Asuransi Jasa Raharja, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Di bentuknya holding asuransi ini didasari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2020 mengenai Penambahan Penyertaan Modal Negara ke dalam Modal Saham PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Erick Thohir pun mempertegas, di masa yang akan datang, pihaknya akan terus memperluas efisiensi dan pembentukan ulang BUMN. Menurutnya, sekarang ini masih banyak BUMN yang memiliki sektor bisnis yang sama dan memungkinkan untuk dikonsolidasi.

“Bersama dengan Kementerian Keuangan, kami akan membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai tata kerja pelaksanaan Tim Restrukturisasi BUMN. Saat ini, SKB sedang dikaji oleh Kementerian Keuangan. Selanjutnya kami juga akan berdiskusi dengan kementerian teknis terkait,” ucap Erick Thohir.(Dini Rahmawati/BP)

Leave a Response